Berita Blitar

Kaget Didahului Pikap, Sopir Dump Truk di Blitar Hantam Perengan Jalan, Lihat Akhir Kejadiannya

Truk bermuatan batu koral mengalami kecelakaan di Blitar. Simak kronologi lengkapnya di sini!

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Imam Taufiq
Petugas mengatur lalu lintas saat truk yang kecelakaan di Blitar akan di evakuasi 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Imam Taufiq

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Hanya berselang empat hari dari kecelakaan truk koral sebelumnya, Jumat (19/8/2022) siang, jalan raya Malang-Blitar, kembali dibikin macet oleh truk bermuatan batu koral yang mengalami kecelakaan.

Penyebabnya, hampir mirip dengan kecelakaan sebelumnya, yakni truk nopol AG 8250 UI yang dikemudikan Arif, warga Desa Sidomulyo, Kecaamatan Selorejo, Senin (15/8/2022) sore lalu.

Kecelakaan kali ini juga demikian, yakni dump truck nopol AG 9136 UD, yang dikemudikan Mujiono (35), warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben ini terguling.

Akibatnya, batu koral yang dimuatnya tumpah ke jalan dan membikin arus lalu lintas macet.

Penyebabnya, beda dengan kecelakaan sebelumnya.

Baca juga: Tiga Motor Terlibat Kecelakaan Maut di Gresik, Kakek Berusia 61 Tahun Tewas di Lokasi

Kalau empat hari lalu, dump truk yang satu pemilik dengan yang sekarang itu menabrak pagar rumah.

Namun, yang saat ini menabrak perengan jalan, yang yang ada di jalan yang menurun tajam di Dusun Brongkos, Desa Siraman, Kecamatan Kesamben.

"Mungkin, kalau tidak menabrak perengan jalan (yang setinggi 7 meter) hingga truk itu terguling, bisa jadi akan mengalami kecelakaan lebih parah karena bisa terperosok ke sungai. Itu pengakuan sopirnya," kata Iptu Suhartono, Kapolsek Kesamben.

Kecelaakaan kali ini terjadi di baratnya perempatan Brongkos atau tepatnya kurang dari 30 meter, Dump truk itu akan melewati Jembatan Sungai Bambang. Itu terjadi Jumat siang atau sekitar pukul 12.30 WIB.

Saat itu, truk bermuatan batu koral yang diperkirakan seberat 12 ton itu melaju dari arah Kecamatan Wlingi atau arah barat (Kota Blitar). Informasinya, Dump truk itu dari lokasi penggilingan batu koral yang ada di Kecamatan Kademangan dan akan dikirim ke Kecamatan Kesamben. Di saat melintas di jalan yang ada di TKP itu, ada mobil pikap yang mendahuluinya.

"Sehabis mendahului itu, pikap itu langsung pelan. Katanya, ada beberapa truk tebu yang di depannya juga pelan karena antrean belok ke kanan," ujarnya.

Karuan, pelannya pikap yang tidak diketahui nopolnya itu, membuat Mujiono panik karena tak mungkin langsung mengerem truk dengan mendadak. Bisa-bisa truknya terpelanting ke kanan dan akan menghantam mobil lain, yang melaju dari arah depannya (timur).

Akhirnya, ia membanting ke kiri untuk menghindari agar tidak menabrak pikap. Namun, tidak disangkanya, justru truk itu terancam akan menghantam jembatan sehingga dari pada kian lebih celaka mending menabrak perengan jalan setinggi 7 meter, yang ada di sebelah kirinya itu.

Akibatnya, truk itu langsung terguling ke kanan dan batu koralnya tumpah deeengan memenuhi separo jalan itu.

"Kalau tidak menghantam perengan jalan, tidak bisa dibayangkan karena bisa saja terperosok ke sungai," ungkapnya.

Akhirnya, untuk menghindari kemacetan yang lebih panjang, arus dari dua jalur itu melaju bergantian sambil menunggu alat berat (Bego atau eskavator) membersihkan batu koral yang memenuhi separo jalan. Baru satu jam kemudian atau pukul 13.30 WIB, arus lalu lintas normal kembali.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved