Berita Madura

Harga Beli Tembakau di Pamekasan Naik, Capai Rp 54.235 per Kg untuk Kategori Tembakau Gunung

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura tahun 2022 menaikkan break event poin (BEP) tembakau dari Rp 38 ribu pada tahun 2021 menjadi Rp 43.779

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/KUSWANTO
Suasana saat petani tembakau Pamekasan tanam raya tembakau di lahan pertanian Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kuswanto Ferdian 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura tahun 2022 menaikkan break event poin (BEP) tembakau dari Rp 38 ribu pada tahun 2021 menjadi Rp 43.779 perkilo gram pada tahun 2022.

Kepala Bidang Produksi Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan, Achmad Suaidi mengatakan, penentuan BEP tersebut melibatkan perwakilan gudang, DPRD, perwakilan petani, dan Pemkab Pamekasan.

Penentuan BEP dilakukan berdasarkan biaya produksi yang telah dikeluarkan oleh petani selama masa tanam hingga panen.

"Penentuan BEP itu kemarin tanggal 18 Agustus 2022 dengan melibatkan semua stakeholder, semuanya sepakat dengan BEP tersebut," kata Achmad Suaidi, Senin (22/8/2022).

Dia menerangkan, pihaknya membagi tiga kategori harga tembakau, mulai tembakau sawah Rp 34.636 per kilogram, tembakau tegal Rp 43.779 per kilogram, dan tembakau gunung dipatok Rp 54.235 per kilogram. 

Kenaikan BEP tersebut cukup tinggi apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya lantaran tahun ini petani tidak menerima subsidi pupuk dari pemerintah.

Baca juga: Meski Cuaca Kurang Bersahabat, Petani di Madura Tetap Menanam Tembakau: Optimistis

"Beberapa komponen sangat berpengaruh dalam menentukan BEP, salah satunya adalah pupuk. Karena pupuk tahun ini subsidinya dicabut oleh pemerintah," terangnya.

Menurut Suadi, luas lahan tembakau tahun 2021 lalu mencapai 23.468 hektar, tetapi tahun ini hanya tercatat sekitar 13 ribu hektar. 

Sementara luas lahan pertanian secara keseluruhan di Pamekasan mencapai 62 ribu hektar.

"Dengan penentuan BEP ini semoga bisa mendorong kesejahteraan petani tembakau. Yang jelas kami tidak mengubah komponen," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved