Salurkan Fasilitas Kredit 50 Juta USD, Grup Modalku Kolaborasi dengan HSBC Dukung Pertumbuhan UMKM

Salurkan fasilitas kredit 50 juta USD, Grup Modalku berkolaborasi dengan HSBC Singapura, siap mendukung pertumbuhan UMKM.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
(Kiri ke kanan) Head of Commercial Banking, HSBC Singapore, Regina Lee dan Co-Founder and CEO Modalku, Reynold Wijaya, 2022. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Grup Modalku, Funding Societies, platform pendanaan digital usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Asia Tenggara resmi mengumumkan penandatanganan fasilitas kredit senilai USD 50 juta (sekitar Rp 737 miliar) dengan HSBC Singapura.

Kebijakan sinergi itu merupakan bagian dari strategi untuk terus memperluas jangkauan perusahaan dalam mendukung UMKM berpotensi yang belum terlayani secara optimal.

Modalku menyebut, pinjaman komersial di Asia Pasifik diproyeksikan memiliki potensi pertumbuhan sebesar 16,5 persen, dengan menghasilkan pendapatan lebih dari USD 7 triliun (sekitar Rp 103 kuadriliun) pada tahun 2028, yakni sekitar 25 persen dari jumlah pasar global sebesar USD 27,4 triliun (sekitar Rp 406 kuadriliun).

Dari data tersebut, menurut Modalku, artinya secara umum, pinjaman UMKM masih kurang terlayani dan tidak memiliki kecepatan transformasi digital yang sama dengan pinjaman ritel.

"Oleh karenanya, Grup Modalku telah menyalurkan pendanaan sebesar Rp 37,9 triliun kepada lebih dari 5,1 juta transaksi pendanaan UMKM di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Melalui fasilitas kredit ini, pendana institusi terkait dapat menyalurkan dana melalui berbagai solusi pembiayaan yang disesuaikan di seluruh segmen UMKM di lima negara Grup Modalku beroperasi," ujar Co-Founder and CEO Modalku, Reynold Wijaya, Senin (22/8/2022).

Reynold Wijaya juga mengatakan, pihaknya merasa terhormat menerima fasilitas yang besar dari bank global seperti HSBC.

"Kolaborasi ini merupakan tonggak penting bagi kami dan merupakan pembuktian riwayat kredit kami selama pandemi Covid-19," ujar Reynold Wijaya.

"Harapannya dengan adanya wawasan baru dari HSBC, kapabilitas global, serta pendekatan yang terukur, semakin melengkapi kami untuk memajukan perkembangan bisnis UMKM yang memiliki keterbatasan dalam mendapatkan akses pendanaan. Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang telah diberikan oleh HSBC dan kami sangat antusias atas kolaborasi yang dijalankan saat ini," imbuhnya.

Dikatakannya pula, bisnis di Asia Tenggara didominasi oleh UMKM, dengan persentase sebesar 97 persen dengan nilai PDB (Produk Domestik Bruto) sebesar 40 persen di seluruh wilayah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved