Berita Ponorogo

Berawal dari Curhatan Tetangga, Petani di Ponorogo Tergerak Jual Pupuk Subsidi Ilegal, Untung Jutaan

Penjual pupuk subsidi secara ilegal dibekuk Satreskrim Polres Ponorogo. Tersangka yaitu BP (34) yang juga seorang petani menjual pupuk bersubsidi jeni

istimewa
Polres Ponorogo Ringkus Pelaku Jual Beli Pupuk subsidi Secara Ilegal 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Penjual pupuk subsidi secara ilegal dibekuk Satreskrim Polres Ponorogo.

Tersangka yaitu BP (34) yang juga seorang petani menjual pupuk bersubsidi jenis urea dan phonska produksi PT Petrokimia Gresik.

Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Bagas Yudi Kurnia mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat.

Di mana ada laporan adanya peredaran pupuk subsidi ilegal dalam jumlah besar di rumah BP di Desa Sedarat, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo.

"Tersangka mengaku bahwa dapat dari luar kota, tepatnya dari Jawa Barat. Dikirim ke Ponorogo menggunakan truk," kata Nikolas, Sabtu (27/8/2022).

BP membeli pupuk bersubsidi per sak senilai Rp 200 ribu kemudian menjualnya kepada petani lain senilai Rp 225 ribu, sehingga per sak untung Rp 25 ribu.

Baca juga: Pendalaman Kasus Dugaan Penyelewengan Pupuk Bersubsidi, 3 Anggota DPRD Kabupaten Madiun Diperiksa

Dari jual beli terlarang tersebut BP sudah mendapatkan keuntungan total Rp 3,6 juta dari dua kali transaksi yang dilakukan dengan menjual 144 sak.

"Tersangka ini mendapatkan curhat dari teman-temannya sesama petani bahwa pupuk semakin langka. Sedangkan pupuk yang adapun tidak mencukupi kebutuhan petani," lanjutnya.

Dari situ ia mencari jalan dan mendapatkan pupuk subsidi dari Jawa Barat yang dijual secara ilegal.

"Tersangka kita tangkap sesaat setelah melakukan jual beli pupuk bersubsidi di rumahnya. Total barang bukti yang disita adalah 119 sak pupuk urea, 25 sak pupuk phonska dan uang tunai sebesar Rp 575 ribu," ungkap Nikolas.

Atas tindak pidana penjualan pupuk bersubsidi yang tidak sesuai izin dan diperjual belikan kepada orang yang tidak sesuai dengan ketentuan, tersangka diancam penjara paling lama 2 (dua) tahun.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved