Di Munas SCI, Aruna Dukung Udang Jadi Primadona Ekspor Indonesia
Aruna berkomitmen untuk meringkas rantai pasok produk perikanan dengan menghubungkan nelayan skala kecil ke pasar global melalui teknologi.
Penulis: Zainal Arif | Editor: Taufiqur Rohman
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Aruna perusahaan supply chain aggregator perikanan asal Indonesia yang berkomitmen untuk meringkas rantai pasok produk perikanan dengan menghubungkan nelayan skala kecil ke pasar global melalui teknologi yang tumbuh pesat saat ini.
Salah satu focus Aruna yakni menjadikan Udang sebagai salah sayu primadona ekspor Indonesia.
Hal itu diungkapkan Utari Octavianty, Co-Founder dan Chief Sustainability Officer Aruna usai mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) yang diselenggarakan oleh Shrimp Club Indonesia (SCI) ke-5 di Grand City Convention Hall Surabaya, Jawa Timur.
"Agar udang dapat menjadi salah satu primadona ekspor Indonesia, Aruna sebagai perusahaan supply chain aggregator perikanan akan membantu dari sisi teknologi dan traceability-nya," kata Utari kepada SURYA.co.id (Tribun Jatim Network), Jumat (26/8/2022).
Melalui teknologi yang dimiliki, Aruna berusaha menjamin efektivitas dan efisiensi, kemudian traceability untuk memberi 'garansi' kualitas dan keberlanjutan bagi para pembeli di manca negara.
"Kami beri garansi dengan kualitas yang baik dan berkelanjutan bagi para pembeli Udang dari Manca Negara," imbuhnya.
Lebih jauh Utari mengungkapkan jika dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang diselenggarakan oleh Shrimp Club Indonesia (SCI) ke-5 di Surabaya, Jawa Timur yang di gelar mulai tanggal 23-25 Agustus 2022.
Digelar pula pameran dan temu pengusaha atau usaha udang nasional yang diikuti berbagai pihak di bisnis tersebut seperti startup perikanan, pengusaha dari dalam dan luar negeri, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang langsung dihadiri oleh Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono.
"Menteri KKP, Bapak Sakti mengungkapkan jika Kementerian KKP juga tengah berfokus pada target peningkatan produksi udang nasional karena dinilai menjadi bagian dari tanggung jawab bersama," ungkap Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono.
"Sehingga kinerja budidaya dan penangkapan udang pun menjadi kian meningkat," imbuhnya.
Menteri KKP itu juga menegaskan, bukan hanya fokus pada potensinya di skala global saja. Namun, fokus juga pada tantangan yang sudah ditemui.
"Penjelasan Bapak Menteri KKP, Penyakit udang, misalnya, yang masih berpotensi untuk menghambat capaian target produksi, di samping masalah teknis dan masalah sosial lainnya. Sekali lagi, ini adalah tanggung jawab bersama-harus hulu ke hilir," tegas Menteri KKP.
Sementara itu, Ketua SCI Iwan Sutanto menambahkan jika dalam rangka Munas SCI yang ke-5 yang berisi berbagai kegiatan berupa pameran, temu usaha, peringatan Shrimp Farmers Day, dan Seminar Budidaya Udang. Pihaknya (SCI red) mengungang 200 mitra usaha yang berasal dari dalam dan luar negeri.
"Dari data kami ada 3000 pengunjung dikegiatan kami ini. SCI berharap kegiatan ini bisa menjadi wadah bagi pegiat udang untuk memperoleh dukungan pemerintah dalam melakoni bisnisnya," pungkasnya.