Berita Lumajang

Korban Kebakaran Pasar Loak Lumajang Belum Dapat Kepastian Bantuan

Kerugian materi korban kebakaran di Pasar Loak Serangin, Lumajang memang cukup lumayan. Satu orang pedagang onderdil sepeda motor di pasar ini ada yan

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/TONY Hermawan
Seorang pemilik toko menangis histeris melihat tokonya di Pasar Loak Serangin, Lumajang, mengalami kebakaran 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Kerugian materi korban kebakaran di Pasar Loak Serangin, Lumajang memang cukup lumayan. Satu orang pedagang onderdil sepeda motor di pasar ini ada yang mengalami kerugian hingga Rp1 miliar.

Jika ditotal, dari 9 toko yang terbakar angka kerugiannya bisa mencapai Rp 1,5 miliar lebih.

Diketahui usai kebakaran itu padam, sejumlah pemilik toko yang mengalami kebakaran langsung berkumpul melakukan diskusi untuk membahas kerugian di balik bencana ini.

Sebab, kebakaran ini terjadi karena salah seorang pemilik toko teledor membakar kambing di area pasar. Akan tetapi, hingga rundingan tersebut selesai belum jelas siapa pihak yang bertanggung jawab.

Pemerintah setempat pun belum memberikan kabar apakah pemilik-pemilik toko mendapat bantuan agar bisa melakukan renovasi. Akibatnya, salah seorang korban memutuskan melaporkan penyebab kejadian tersebut ke polisi.

Suharwoko Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Lumajang mengatakan, pihaknya saat ini masih menganalisa dampak kebakaran tersebut.

Baca juga: Diduga Berawal dari Bakar-bakar Kambing, Pasar Loak Serangin Lumajang Dilalap si Jago Merah

Baca juga: Pasar Loak Serangin Lumajang Terbakar, Pemilik Toko Rugi hingga Rp 1 Miliar: Api Terlalu Besar

Pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan verifikasi assesmen di lapangan.

Hal ini untuk memutuskan apakah pemerintah perlu menyediakan kebutuhan renovasi pemilik toko yang terdampak atau tidak.

"Tadi pak bupati sudah manggil Dinas Sosial apa bisa teman-teman ini dikasih bantuan," kata Suharwoko.

Hanya saja, hasil koordinasi tersebut juga belum bisa langsung diputuskan. Karena biasanya masyarakat yang mendapat bantuan merupakan korban bencana yang memiliki dampak cukup luas.

Seperti bencana alam dan wabah penyakit. Bantuan tersebut bisa diambilkan dari anggaran belanja tidak terduga (BTT). 

"Kami nanti koordinasi dengan BPBD terkait hasil assessmentnya. Lalu melakukan koordinasi dengan lembaga yang mengelola keuangan daerah," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved