Berita Surabaya
Gagal Lanjut Sekolah karena Nunggak SPP Rp 1,2 Juta, Siswa SMP Dibantu Lita Machfud Arifin ke SMK
Seorang siswa SMP dibantu Lita Machfud Arifin karena ijazahnya ditahan. Biaya menjadi masalah bagi sang siswa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Nasib yang dialami AAM, siswa sebuah SMP di Surabaya, sungguh menyayat hati.
Keinginannya untuk melanjutkan sekolah SMA kandas setelah pihak sekolah menahan ijazahnya karena dia tak mampu melunasi tunggakan SPP yang hanya Rp 1,2 juta.
Kini, setiap kali teman-temannya berangkat sekolah di pagi hari, AAM hanya bisa termenung memandang mereka dari teras rumahnya. Tak jarang dia menggerutu, menyesali nasibnya. Tapi AAM, bocah yang baru berusia 15 tahun itu tetap tegar dan tak pernah sekalipun menyalahkan ibu-bapaknya.
Dia menyadari, kehidupan orangtuanya yang sangat miskin menjadi alasan bahwa menyambung hidup lebih penting ketimbang melanjutkan sekolah. Bagaimana mau melunasi tunggakan Rp 1,2 juta, kalau hanya untuk makan sehari-hari saja, orang tuanya harus ngutang ke warung tetangga. Bisa beli beraspun hanya setengah kilo.
Itulah sebabnya, ketika Lita Machfud Arifin mengunjungi rumahnya di Plemahan Surabaya, Kamis (25/8/2022) siang, AAM menangis sejadi-jadinya. Demikian pula dengan Ibunya, Enny Rosita.
Ibu dan anak ini tak henti-hentinya meneteskan air mata begitu mendengar Lita Machfud Arifin akan mengambil ijazahnya dan menanggung seluruh biaya sekolah hingga lulus SMA. Bukan hanya membantu menebus ijazahnya.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Terima Aduan Soal 25 Ijazah Ditahan SMA, Tunggakan Jadi Penyebab
Pemandangan yang menyesakkan dada itu, disaksikan juga oleh Ani Intelsari (Ketua RW setempat), Ketua LPMK Kelurahan Kedungdoro, Budiono, Ketua RT setempat, Darti dan Nunuk Kusherijanto (ayah AAM) serta seluruh tim Lita Machfud Arifin.
Mereka menjadi saksi atas tangis haru Ibu dan anak yang sudah sangat lama memendam cerita pedih itu. Sebagian yang hadir juga terlihat beberapa kali mengusap air mata karena tak kuasa menyaksikan “drama” menyedihkan tersebut.
“Ibu wes pasrah nak. Nggolek utangan mrono mrene gak hasil. Ibu njaluk sepuro. ( Ibu sudah pasrah nak. Sudah cari pinjaman kemana-mana nggak dapat. Ibu minta maaf ,” tutur Enny Rosita mengawali cerita kepada Lita Machfud Arifin di rumahnya, Plemahan Surabaya, Kamis (25/8/2022) lalu.
Enny mengatakan, semula AAM memiliki tunggakan bayar SPP dan ujian Rp 3 juta. Tapi, sudah dicicil hingga tersisa Rp 1,2 juta. Sayang, hingga ujian selesai dilaksanakan dan pembukaan pendaftaran siswa baru dua bulan lalu, sang ibu tidak juga bisa membayar kekurangan tersebut. Impian Azis untuk masuk SMA pun buyar.
Hampir dua bulan berlalu tanpa cita-cita, akhirnya, Ani Intelsari (Ketua RW setempat ) melaporkan keadaan tersebut kepada tim Lita Machfud Arifin.
Tanpa menunggu lama, sehari setelah menerima laporan tersebut, Lita Machfud Arifin bergegas mengunjungi rumah Azis Maulana. Perempuan yang dikenal peduli ini datang dengan ditemani tim dan didampingi perangkat RT, RW serta LPMK.
Berjalan menyusuri gang kecil, Caleg DPR RI Dapil Jatim I (Surabaya-Sidoarjo) dari Partai Nasdem tersebut langsung duduk bersebelahan dengan Azis begitu memasuki ruang tamu rumah sederhana ini. Berkali-kali ia menguatkan mental dan memotivasi Azis agar tetap semangat dan tidak malu dengan teman-temannya.
“Azis, kamu mulai hari ini jadi anak asuh Bunda Lita. Nggak boleh malu, jangan bersedih nak. Besok ijazahmu akan segera diambil dan langsung daftar ke SMA. Kamu nggak usah mikir berapa biayanya. Biar bunda Lita yang menanggung semua biaya terkait sekolahmu nanti,” kata Lita Machfud Arifin sembari menepuk-nepuk pundak AAM.
Seolah tak percaya, mendegar ucapan tersebut, AAM yang mengenakan kaos putih lusuh itu langsung menarik kerahnya ke atas, menutupi wajah dan seluruh kepalanya. Bocah bertubuh kurus ini menangis sesenggukan cukup lama.