Berita Kota Malang

Lonjakan Jumlah Mahasiswa di Malang Beri Dampak Kemacetan, Tapi Gerakkan Perekonomian

Lonjakan jumlah mahasiswa yang belajar di Malang memberikan dampak kemacetan, namun juga bisa menggerakkan perekonomian warga.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/Humas UMM
Setelah pekuliahan secara luring diberlakukan, terjadi lonjakan pada jumlah mahasiswa di Malang pada tahun akademik 2022/2023. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sylvianita Widyawati

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Setelah pekuliahan secara luring diberlakukan, terjadi lonjakan pada jumlah mahasiswa di Malang pada tahun akademik 2022/2023.

Diperkirakan akan ada 330.000 mahasiswa dan sebanyak 10.000 di antaranya adalah mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). 

Sebagian masyarakat merasa bahwa kedatangan para mahasiswa baru ini berdampak negatif, berupa peningkatan kemacetan dan peningkatan kepadatan penduduk di Malang.

Dosen Sosiologi UMM, Wahyudi mengatakan, kedatangan para mahasiswa membawa dampak baik bagi masyarakat Malang.

Ia menyebutkan, ada beberapa faktor yang menarik kaum muda untuk merantau ke Malang.

Pertama, adanya ketersediaan lembaga pendidikan yang kredibel untuk meningkatkan pengetahuan.

Kedua, sektor pariwisata yang menjamur di Malang maupun Kota Batu.

“Datangnya mahasiswa luar Malang juga membuat masyarakat Malang memiliki toleransi yang tinggi terhadap budaya dan nilai baru," jelas dia dalam rilis UMM yang diterima Tribun Jatim Network, Selasa (30/8/2022).

Hal tersebut menjadikan Kota Malang sebagai sebuah melting pot atau tempat peleburan berbagai nilai dan budaya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved