Berita Lamongan

Bahagianya Napiter di Lamongan Dapat Pembebasan Bersyarat, Langsung Sujud Syukur di Pelatran Lapas

Seorang narapidana teroris (Napiter) mendapatkan hak berupa bebas, Pembebasan Bersyarat (PB) karena telah memenuhi syarat dan mengikuti pembinaan

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Hanif Manshuri
Napiter, Mustaqim bin Mawardi sujud syukur setelah mendapatkan pembebasan bersyarat di Lapas Kelas IIB Lamongan, Sabtu (3/9/2022) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN- Seorang narapidana teroris (Napiter) mendapatkan hak berupa bebas, Pembebasan Bersyarat (PB) karena telah memenuhi syarat dan mengikuti pembinaan dengan baik selama di dalam Lapas kelas IIB Lamongan, Sabtu (3/9/2022).

Sebelumnya, ia merupakan narapidana khusus yang melakukan tindak pidana serangan terkoordinir bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat.

Begitu menginjakkan kakinya di pelataran luar Lapas Kelas IIB, eks Napiter bernama Mustaqim langsung sujud syukur.

Pelepasan eks napiter ini disaksikan oleh Plt. Kalapas Kelas IIB Lamongan, Kasi Binadik & Giatja, PamongTeroris Lapas Lamongan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Jawa Timur, Polres Lamongan, Intel BIN TNI dan Kodam V Brawijaya, Bakesbangpol Kabupaten Lamongan, dan Komandan Sat Intel Brimob Polda Jatim.

Baca juga: Ribuan Narapidana di Jatim Dapat Remisi Umum Kemerdekaan RI, Napiter Umar Patek Bebas Bulan Ini

Plt Kalapas Kelas IIB Lamongan, Mahrus berpesan pada eks Napiter bisa menjalani kehidupan lebih baik lagi dan selalu ingat akan ikrarnya pada NKRI dan Pancasila.

“semoga mas Taqim (Mustaqim) dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat, ingat akan ikrar setia kepada NKRI dan Pancasila," kata Mahrus.

Mahrus juga mengingatkan agar sebagai eks Napiter menjauhi paham yang akan menjerumuskannya dan tidak mengulangi perbuatan teror atau melakukan tindak pidana lainnya.


“Saya hanya ingin berpesan kepada mas Taqim, jangan sampai kembali melakukan tindak pidana terorisme maupun tindak pidana lainnya yang bisa membawa kembali lagi menjalani pidana di dalam Lapas dan mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi," ungkapnya.

Dikatakan, bahwa kesempatan untuk mendapatkan PB tidak datang yang ke dua kali. Mustaqim tidak menyalahgunakan dan menyia-nyiakan hak yang diberikan Negara kepadanya.

Sebab, hak integrasi tidak diberikan untuk yang kedua kalinya bagi siapapun yang terbukti melakukan tindak pidana lagi selama menjalani masa percobaan baik itu Cuti Bersyarat (CB), Pembebasan Bersyarat (PB), cuti menjelang bebas, asimilasi di rumah.

"Jika mengulang tindak pidana, maka SK tersebut akan dicabut," tandasnya.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved