Berita Kediri

Antisipasi Penimbunan BBM Oleh Oknum Nakal, Polsek Kunjang Gelar Razia di Perbatasan

Mengantisipasi adanya oknum nakal menimbun bahan bakar minyak (BBM), Polsek Kunjang melakukan pemeriksaan di jalur masuk Kabupaten Kediri.

Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Melia Luthfi Husnika
Mengantisipasi adanya oknum nakal menimbun bahan bakar minyak (BBM), Polsek Kunjang melakukan pemeriksaan di jalur masuk Kabupaten Kediri. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Mengantisipasi adanya oknum nakal menimbun bahan bakar minyak (BBM), Polsek Kunjang melakukan pemeriksaan di jalur masuk Kabupaten Kediri.

Target operasi salah satunya adalah kendaraan tertutup. Selain itu, pihak kepolisian juga memeriksa beberapa kendaraan yang lalu lalang keluar masuk wilayah Kabupaten Kediri.

Hal ini dilakukan seiring dengan kenaikan harga BBM yang baru diumumkan oleh pemerintah. Supaya, tidak ada oknum nakal yang melakukan penimbunan BBM.

"Target kami salah satunya adalah pengemudi mobil tertutup dan mobil box. Kami periksa satu persatu untuk antisipasi adanya tindakan penimbunan dengan memborong BBM dalam jumlah besar," kata Kapolsek Kunjang, Iptu Ashanik, Rabu (7/9/2022).

Ia menuturkan, selain di jalur perbatasan keluar masuk Kabupaten Kediri, pihak kepolisian juga melakukan sidak dan pengawasan di SPBU setempat. Tujuannya supaya tak terjadi pembelian berulang oleh warga.

Baca juga: Minta Pemerintah Batalkan Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa di Sidoarjo Gelar Aksi Unjuk Rasa

Tak hanya itu, Polsek Kunjang juga melakukan pengecekan mobil tangki pada saat mengisi atau mendistribusikan BBM ke SPBU. Pengecekan dilakukan untuk memastikan apakah sudah sesuai dengan ketentuan yang harus diisikan ke SPBU tersebut.

"Dari hasil sidak kami, sementara belum ada temuan. Tidak ada penyimpanan. Pengawasan akan terus kita agar masyarakat juga tetap kondusif. Kami juga menempatkan dua personel petugas untuk mengawasi di SPBU," jelasnya.

Ia menambahkan, jika ke depannya ditemukan kecurangan seperti timbunan BBM, pihak Polsek Kunjang akan menindak tegas.

"Sebab, hal tersebut melanggar Pasal 53 huruf C UU nomor 22 tahun 2001 tentang Migas, dengan ancaman penjara paling lama 3 tahun, dan denda paling tinggi Rp 30 miliar," pungkasnya.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved