Honda DBL with KFC 2022

I AM 24K UBS Gold Dance Competition 2022 Versi Jaccey Vanessa

I AM 24K UBS Gold Dance Competition 2022 versi Jaccey Vanessa, siswi SMA Petra 1 Surabaya yang sudah riwa-riwi ke berbagai negara untuk menari.

Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Jaccey Vanessa dari SMA Petra 1 Surabaya saat tampil pada UBS Gold Dance Competition 2022 Seri Surabaya di DBL Arena Surabaya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kompetisi dance pelajar terbesar tanah air, UBS Gold Dance Competition 2022 mengusung tema ’I AM 24K’ dan ’Self-Love’.

Tema ini diambil dari tingkat kemurnian tertinggi sebuah emas, yaitu 24 karat. Namun, bukan tanpa alasan tema ini diusung untuk kompetisi musim ini. Harapannya dengan konsep baru ini, seluruh tim dance bisa berkreasi sebaik mungkin untuk menyampaikan pesan yang bermakna dan berharga dalam hidup mereka, melalui koreografi dance yang ditampilkan.

Tema itu ternyata memang sangat tepat menggambarkan potensi luar biasa dari para pesertanya.

Jaccey Vanessa, salah satunya. Siswi SMA Petra 1 Surabaya ini merasakan jatuh-bangun membangun karier sejak masih balita. Jaccey, panggilannya, sudah riwa-riwi ke berbagai negara untuk mengasah kemampuan menarinya. Terutama balet.

Jaccey mulai mempelajari balet di usia tiga tahun. Bahkan ia juga masuk program khusus untuk fokus kompetisi di luar negeri. Meskipun Jaccey belum beruntung di ajang Asian Grand Prix pertamanya tahun 2017, remaja yang sekarang berusia 15 tahun itu tak ada kapoknya. Jaccey terus mendaftarkan diri untuk kejuaraan lainnya.

“Jadi memang waktu itu belum menang. Tapi aku tetap semangat, kuncinya latihan dan terus dengerin nasehat dari guruku,” ujar Jaccey, Minggu (11/9/2022).

Terbukti, Jaccey akhirnya menyabet medali emas di Hongkong Cup Challenge Dance Competition tahun 2018, medali perak di Asian Elite Dance Competition Hongkong tahun 2018 hingga medali perak dalam kompetisi Youth Art Festival Singapore tahun 2021. Remaja yang hobi main piano itu juga menduduki 10th Place Asian Grand Prix tahun 2019.

Meraih top level memang butuh perjuangan. Jaccey harus merasakan ketatnya latihan. Menata mental ketika di atas panggung. Hingga membagi waktu antara sekolah dan bimbingan balet. Bahkan, ia juga harus terus fokus dalam target pelajaran baletnya.

“Capek banget memang. Ada satu titik rasanya pengen berhenti. Tapi aku sudah melangkah sejauh ini, kan eman (sayang) kalau berhenti. Jadi aku meyakinkan diri untuk bangkit kalau lagi sedih. Ada masanya aku nangis hampir sebulan karena mikir soal balet,” terangnya.

“Di balet juga banyak cerita mengesankan. Jadi pas aku ikut Canaan Dance Competition di Malaysia itu, aku sudah takut duluan kan. Karena peserta lain keren-keren. Terus pas sudah tampil guruku sempat mengkritik beberapa gerakan. Dan pikiranku memang sudah nggak akan lolos. Tapi Puji Tuhan, sore aku dikabari kalau masuk final,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved