Kecelakaan

Maksud Hati Melepas Rindu, Ayah dan Anak di Blitar Malah Bernasib Tragis saat Jalan-jalan

Sepeda motor yang dikendarai bersama anaknya malah menabrak truk parkir, lalu korban dan anaknya terjatuh lalu tertabrak pikap yang melaju

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Imam Taufiq
Petugas Satlalin Polres Blitar sedang melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan yang menyebabkan bapak dan anak tewas. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Imam Taufiq

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR  - Sudah lama tak bertemu anaknya dan mau diajak jalan-jalan malam minggu itu, namun takdir berkata lain.

Sebab, di tengah jalan, sepeda motor yang dikendarai bersama anaknya malah menabrak truk parkir, lalu korban dan anaknya terjatuh lalu tertabrak pikap yang melaju dari arah depannya.

Akibatnya, bapak dan anak itu tak tertolong karena sesaat setelah kecelakaan, mereka menghembuskan nafas terakhir. Korban adalah Didik (41), dan anaknya yang baru berusia 8 tahun, Ak, keduanya warga Desa Sanan, kecamatan Gandusari, Blitar.

"Kedua korban meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit (RSUD Ngudi Waluya, Wlingi (yang berjarak tidak sampai 1 km)," kata AKP Kadek Aditya Yasaputra, Kasat Lantas Polres Blitar.

Kecelakaan itu terjadi Sabtu (17/9/2022) malam. Itu terjadi di jalan raya Lingkungan Tejo, Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi, yang merupakan jalur ramai. Sebab, itu jalur Malang-Blitar, yang lewat Kecamatan Ngantang atau jalur ke arah Kota Batu. Meski sudah malam, arus lalin di jalan TKP itu tak pernah sepi karena banyak mobil yang berangkat kulakan sayur-sayuran ke Kota Batu.

Malam itu, korban hendak mengajak anaknya jalan-jalan karena sudah lama tak bertemu. Sebab, korban baru saja pulang dari Malaysia dan pulangnya itu memang karena kangen dengan anaknya. Bahkan, kabarnya ia tak akan balik lagi untuk kembali jadi TKI di Malaysia karena ingin membesarkan anaknya. Sebab, ia merasa kasihan dengan anaknya karena selama ditinggal jadi TKI itu, anaknya dipelihara oleh ibu korban atau neneknya. Informasinya, itu karena korban sudah berpisah dengan istrinya.

"Mungkin, mumpung lagi pulang, ia ingin menyenangkannya. Dan, mau diajak jalan-jalan ke Kecamatan Wlingi malam itu," ujarnya.

Memang, Kecamatan Wlingi itu kalau malam hari, jadi jujukan orang yang mau mencari kuliner. Sebab, di Ruang Tata Hijau (RTH) Wlingi itu, disediakan tempat khusus buat para PKL yang berjualan aneka makanan dan jajanan sehingga tak pernah sepi. Bahkan, di dalam RTH itu juga dilengkapi dengan wahana berbagai macam mainan anak-anak sehingga tak pernah sepi orang jalan-jalan di tempat itu. Informasinya, korban mau mengajak anaknya jalan-jalan ke tempat itu, sekalian diajak makan-makan.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Tuban, Motor Selip hingga Keluar Badan Jalan dan Tabrak Pohon, Pemuda Tewas

"Namun, di tengah jalan, atau dalam perjalanan ke Kecamatan Wlingi, mereka mengalami kecelakaan," ujarnya.

Saat itu, korban sudah meninggalkan desanya sekitar 9 km karena sudah hampir sampai tujuannya atau kurang 700 meter. Namun, entah apa yang terjadi, entah karena gelap atau apa, korban yang melaju dari arah utara itu, mendadak menabrak belakang truk molen (truk mixer), yang parkir. Truk molen nopol AG 8178 KL itu sedang parkir di tepi jalan sebelah timur dan informasinya saat itu tak diketahui sedang ke mana si sopirnya.

"Itu yang masih kami selidiki penyebabnya, kok bisa sampai sepeda motor yang dikendarai korban menabraknya," ujarnya.

Begitu menabrak truk molen, sepeda motor korban, Yamaha Jupiter Mx nopol AG 3433 KBO iterpental. Celakanya, itu ambruk ke arah kanan atau tengah jalan. Begitu juga korban dan anaknya juga ikut terpental ke kanan. Apesnya, bersamaan korban dan anaknya jatuh ke tengah jalan raya itu, dari arah depannya muncul mobil pikap yang melaju dari arah selatan atau Kecamatan Wlingi. Karena kejadian itu cukup cepat, sehingga si sopir pikap tidak menyangka kalau tiba-tiba ada orang mengalami kecelakaan dan tersungkur di depannya. Akibatnya, sopir pikap, Basori (50), warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Trenggalek itu, mungkin hanya bisa kaget dan mungkin saja tak sempat menggeremnya. Tanpa bisa dihindari, korban dan anaknya juga tertabrak pikap nopol AG 9839 KA itu.

"Akhirnya, warga dan petugas langsung menolongnya. Kedua korban dengan cepat dilarikan ke rumah sakit namun di tengah perjalanan, mereka meninggal dunia," ujarnya.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved