Berita Gresik

Makin Canggih, RS Ibnu Sina Jadi Rumah Sakit Pertama di Gresik Hancurkan Batu Ginjal Pakai Laser

Layanan kesehatan yang diberikan oleh Rumah Sakit Ibnu Sina makin lengkap, dan canggih.

Editor: Januar
Istimewa/ TribunJatim.com
Makin canggih, Rumah Sakit Ibnu Sina jadi rumah sakit pertama di Gresik yang hancurkan batu ginjal pakai laser 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Layanan kesehatan yang diberikan oleh Rumah Sakit Ibnu Sina, Gresik makin lengkap, dan canggih.

Rumah Sakit Ibnu Sina (RSIS) Gresik bakal menjadi rumah sakit pertama di kota Pudak yang memiliki layanan kesehatan bedah batu ginjal dengan teknologi laser.

Dalam rangka mempersiapkan hal tersebut, manajemen RS Ibnu Sina menggelar kegiatan workshop urologi.

Pembukaan workshop Urologi dilakukan langsung oleh Direktur RS Ibnu Sina Gresik, dr Soni dan didampingi Kepala Bidang Pelayanan Medik RSIS, dr. Wiweka Merbawani, Sp.A. Dalam workshop yang digelar selama dua hari itu, RS Ibnu Sina Gresik mengundang konsultan medis spesialis Urologi dr. Boyke Soebhali SpU(k) sebagai narasumber workshop sekaligus pendamping tindakan operasi.

Pada kesempatan tersebut, Direktur RS Ibnu Sina Gresik, dr. Soni bertekad menjadikan RS Ibnu Sina Gresik sebagai rumah sakit pertama di kota Santri yang memiliki layanan kesehatan bedah batu ginjal dengan menggunakan teknologi laser.

"Tindakan bedah batu ginjal dengan minimal invasif dibidang Urologi ini akan menjadi layanan unggulan di RS Ibnu Sina Gresik," kata dr. Soni, Senin (19/9/2022).

Dikatakan, RS Ibnu Sina Gresik setiap tahunnya menerima ratusan pasien penderita batu ginjal. Namun tindakan medis yang dilakukan masih dengan cara pembedahan dengan sayatan alias konvensional.

Sebagai gambaran, untuk pengambilan batu ginjal dengan ukuran besar tim dokter RS Ibnu Sina harus melakukan sayatan lebih dari 3 centimeter ke pasien. Bahkan tidak jarang sayatan ini meninggalkan bekas permanen pada tubuh pasien.

"Dengan adanya teknik laser yang kami kembangkan saat ini, tentu akan membuat penderita batu ginjal tidak ragu datang ke RS Ibnu Sina karena disamping proses pengobatan dilakukan dengan cepat juga tidak perlu dilakukan tindakan pembedahan," imbuhnya.

Dokter yang hobi sepakbola itu mengungkapkan, sebenarnya banyak rumah sakit besar sudah mengembangkan layanan teknologi laser ini namun khusus di Kabupaten Gresik belum ada RS yang memiliki fasilitas tersebut. Disamping peralatan medis yang mahal juga dibutuhkan tenaga medis yang punya pengalaman.

Baca juga: Suami Kena PHK, Seorang Ibu di Surabaya Sempat Mau Jual Ginjal, Memohon Anaknya Dibolehkan Mengamen

"Di RS Ibnu Sina seluruh sarana dan prasarana sudah kami siapkan semua. Mulai dari alat medis, tenaga kesehatan hingga dokter spesialis Urologi disini ada 3 orang. Untuk itu sebelum melaunching layanan ini, kami lakukan supervisi terlebih dahulu," tandasnya.

Sementara itu, narasumber workshop dr. Boyke Soebhali SpU(k) mengapresiasi langkah RS Ibnu Sina yang menghadirkan layanan Urologi dengan teknik laser. Sebab, letak geografis Indonesia yang masuk dalam Stone Belt (Sabuk Batu) dunia memiliki resiko tinggi terhadap penyakit batu ginjal.

"Disini negaranya tropis tentu banyak masyarakat yang sering dehidrasi. Nah, dehidrasi jika tidak ditangani dengan baik akan menganggu kesehatan salah satunya munculnya batu ginjal," ujarnya dr. Boyke Soebhali SpU(k).

Dokter yang sehari-hari bertugas di RS menuturkan, ada dua prosedur bedah yang bisa dilakukan dalam menghancurkan batu ginjal. Antara lain metode Retrograde intrarenal surgery (RIRS) dan prosedur Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL). Dijelaskan, prosedur RIRS yang saat ini tengah dikembangkan oleh RS Ibnu Sina merupakan prosedur bedah minimal invasif tanpa sayatan pada saluran kencing dengan menggunakan alat ureteroskop. Alat tersebut berfungsi untuk menghancurkan batu ginjal hingga menjadi debu.

"Pecahan batu lantas akan keluar lewat mekanisme berkemih. Bisa juga batu itu dikeluarkan langsung dengan alat berupa forsep atau penjepit," terangnya.

Tidak hanya itu, dr. Boyke Soebhali juga menjelaskan prosedur PCNL atau operasi batu ginjal dengan sayatan kecil untuk mengangkat batu ginjal yang berukuran lebih dari 2 cm. PCNL menggunakan alat yang disebut nefroskop yaitu, instrumen berupa selang berkamera di ujungnya. Alat ini dimasukkan langsung ke ginjal melalui sayatan kecil yang dibuat oleh dokter di punggung pasien. Menurutnya, ada dua Prosedur PCNL yaitu Nephrolithotomy atau mengangkat dan mengeluarkan batu dalam kondisi utuh dan Nephrolithotripsy yakni dengan memecahkan batu menggunakan laser atau gelombang suara, kemudian batu ginjal didorong keluar menggunakan mesin.

"Lengkapnya layanan kesehatan yang ditunjang sarana dan prasarana optimal dimiliki RS Ibnu Sina tentu akan menambah kepercayaan masyarakat," pungkasnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved