Berita Lumajang

Cegah Kecelakaan, Polisi Minta Sopir Truk di Lumajang Taati Jam Operasional

Kecelakaan malapetaka di depan SPBU Desa Besuk, Kecamatan Tempeh, Lumajang, beberapa hari lalu benar-benar menjadi bahan evaluasi bagi polisi.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Tony Hermawan
Polisi menindak sopir truk yang melanggar aturan batas kecepatan maksimal di Lumajang 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Kecelakaan tragis di depan SPBU Desa Besuk, Kecamatan Tempeh, Lumajang, beberapa hari lalu benar-benar menjadi bahan evaluasi bagi polisi.

Seusai kejadian itu, polisi sekarang terlihat gencar menindak pengendara yang abai terhadap aturan rambu-rambu lalu lintas. Sebab, banyak laporan masyarakat kejadian itu dipicu karena kebiasaan sopir yang kerap melaju melebihi batas kecepatan maksimal.

Ruas jalan yang saat ini sering digunakan tempat operasi rute-rute jalan yang menuju kawasan tambang. Di antaranya Tempeh, Pasirian, termasuk Wonorejo. Tiap kali ada sopir yang mengendarai armada secara ugal-ugalan petugas terlihat langsung bertindak.

Kasubsipenmas Penmas Polres Lumajang Aipda Eko Budi Laksono mengatakan, razia ini merupakan bentuk pengawasan agar penggunaan ruas jalan provinsi maupun kabupaten agar aman bagi semua pengguna jalan.

Sebab, pihaknya sudah banyak menerima keluhan banyak sopir angkutan yang abai terhadap keselamatan berkendara.

Laporan yang banyak didapat yakni cukup banyak sopir truk yang melebihi kapasitas.
Ditambah lagi, biasanya sopir juga melaju dengan kecepatan tinggi. Tak jarang, akibatnya kecelakaan fatal tak terhindarkan.

"Tentu kami tidak ingin kejadian seperti itu tidak terulang, makanya kami perlu mengendalikan atau mengawasi pergerakan arus lalu - lintas," kata Aipda Eko.

Baca juga: Karena Perkara Rem, Truk Trailer di Lamongan Bawa Masalah Besar, 5 Kendaraan Tabrakan Karambol

Eko menuturkan, dalam razia itu pihaknya menekankan kepada semua sopir armada truk pasir untuk menaati aturan pembatasan jam operasional kendaraan tambang.

Kendaraan angkutan barang jenis ini ketika Senin-Sabtu dilarang beroperasi dari 06.00- 08. 00. Dia menginginkan semua sopir armada pasir bisa menaati aturan ini karena jam-jam tersebut jalanan cukup padat mobilisasi siswa yang berangkat menuju sekolah.

"Bagi yang melanggar, sanksinya akan ditilang. Akan tetapi kami sebelumnya kami melakukan sosialisasi," pungkas Aipda Eko.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved