Berita Lumajang

Tangkal Terorisme dan Radikalisme di Lumajang, Polisi Beri Penyuluhan Anak-anak Sekolah

Tangkal terorisme dan radikalisme di Lumajang, polisi beri penyuluhan anak-anak sekolah: Keutuhan bernegara dan berbangsanya harus dijaga.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Tony Hermawan
Siswa-siswi SMA Negeri 2 Lumajang mendapat penyuluhan bahaya terorisme dan radikalisme, dari polisi, Kamis (22/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Penangkapan terduga teroris di kawasan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu membuat geger publik.

Tak ingin kecolongan gerakan senyap terorisme, polisi melakukan tindakan preventif.

Satu di antaranya adalah berupaya menangkal terorisme dan radikalisme melalui pendidikan. Seperti yang dilakukan di SMA Negeri 2 Lumajang.

Materi penyuluhan menitikberatkan pada sisi menggugah rasa cinta Tanah Air dan bela bangsa sejak usia remaja.

Kasubsipenmas Polres Lumajang, Aipda Eko Budi Laksono mengatakan, anak remaja adalah kelompok yang rentan terpapar paham terorisme dan radikalisme.

Sebab kelompok anak muda sering tidak sadar melakukan hal ekstrem demi mendapatkan eksistensi diri. Karena itu, ikhtiar memangkas risiko tersebut penting dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan.

"Anak muda sejatinya adalah penerus bangsa. Mereka harus dijaga keutuhan bernegara dan berbangsanya agar tidak dirusak oleh kelompok-kelompok yang bertujuan merusak," kata Aipda Eko Budi Laksono, Kamis (22/9/2022).

Pantauan di lokasi, dalam pendidikan deradikalisasi ini, siswa-siswi didorong untuk memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Mereka diajak merevitalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar ideologi negara.

Harapannya, hal tersebut dapat dijadikan para remaja untuk pegangan hidup ketika bersosialisasi di lingkungannya.

Baca juga: Terduga Teroris yang Ditangkap di Malang Masih Mahasiswa, Polisi Sebut Soal Rencana Aksi Amaliyah

Selain itu, pelajar juga diberikan bekal untuk mampu memfilter segala bentuk informasi yang tersedia di internet. Mereka diminta untuk menyikapi segala sesuatu dengan pemikiran terbuka dan toleran. Sehingga kelompok pemuda tidak mudah terprovokasi oleh konten hasutan yang bisa merusak jiwa nasionalisme.

"Pemuda perlu dikukuhkan niatnya untuk menjaga persatuan bangsa. Mereka harus ditekankan menghargai segala bentuk perbedaan. Lalu, jaga nama baik orang tua, sekolah, agar bisa mengukir prestasi setinggi-tingginya," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Lumajang

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved