Berita Kota Malang

Gandeng Pertamina, Pemkot Malang Sediakan Gas Elpiji Saat Operasi Pasar, Bisa Tukar Jadi Bright

Gandeng Pertamina, Pemkot Malang menyediakan gas elpiji saat gelaran operasi pasar, masyarakat bisa tukar tabung gas jadi Bright.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Rifki Edgar
Kegiatan operasi pasar gencar dilakukan oleh Pemkot Malang bersama TPID untuk kendalikan inflasi, 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifky Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Untuk mengendalikan inflasi, Pemerintah Kota Malang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menggelar operasi pasar.

Hal ini sebagai tindak lanjut dari amanat Presiden saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2022 terkait sinergi untuk stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional.

Demi menjaga stabilitas harga, Pemkot Malang juga menggandeng beberapa jajaran samping.

Satu di antaranya ialah Pertamina.

Saat operasi pasar, Pertamina turut bersumbangsih dengan menyediakan gas elpiji nonsubsidi kepada masyarakat.

Pertamina menyediakan pasokan elpiji 3 kg dan elpiji nonsubsidi Bright Gas. Selain itu juga difasilitasi penukaran tabung gas elpiji 3 kg untuk menjadi Bright.

"Masyarakat sudah kami imbau, terutama para ASN untuk menggunakan elpiji yang 12 kg. Jadi kali ini kita fasilitasi penukaran juga," ucap Ketua Dewan Pengawas Perumda Tunas Kota Malang, Elfiatur Roikhah, Sabtu (24/9/2022).

Dia menyampaikan, dalam mengendalikan inflasi daerah ini, Pemkot Malang bersama TPID akan menggelar 60 kali operasi pasar lagi hingga Desember 2022 mendatang. 

"Kami akan gilir ke semua wilayah kecamatan. Kita ada 63 kali operasi pasar. Yang sudah dilakukan pertama kali di Sukun, lalu kemarin di GOR Ken Arok, lalu di Polehan," ujarnya.

Baca juga: Harga Telur Ayam Mahal, Telur di Operasi Pasar Kediri Ludes Dibeli dalam Waktu Kurang dari Satu Jam

Dia menyampaikan, operasi pasar bertujuan untuk mengendalikan harga. 

Beberapa komoditi yang dipasarkan adalah beras medium, beras premium, tepung terigu, gula pasir, bawang merah, telur ayam negeri, minyak goreng, daging sapi, dan daging ayam. 

"Seperti di Polehan, Jumat (23/9/2022), kami sediakan sekitar 500 kg untuk komoditi seperti daging ayam, daging sapi, telur. Hampir sama juga jumlahnya untuk komoditi lain. Kalau beras kita sediakan lebih banyak ya. Kurang lebih targetnya bisa 1.000-an (orang)," tandasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Malang

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved