Berita Jatim

Komitmen Keterbukaan Publik, BPJS Kesehatan Beberkan Data JKN di Jatim: Cakupan Peserta Belum 100 %

Sebagai komitmennya dalam mengimplementasikan keterbukaan publik, BPJS Kesehatan wilayah Jatim menggelar media gathering bersama para awak media

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
Deputi Direksi Wilayah BPJS Kesehatan Jawa Timur, I Made Puja Yasa saat media gathering bersama awak media. Senin (26/9/22). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebagai komitmennya dalam mengimplementasikan keterbukaan publik, BPJS Kesehatan wilayah Jatim menggelar media gathering bersama para awak media di Surabaya. Senin (26/9/22) di Hotel Santika Gubeng.

Dalam kesempatan tersebut BPJS Kesehatan membeberkan hasil kinerjanya, khususnya di Jatim, termasuk terkait cakupan peserta pada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kepada awak media, Deputi Direksi Wilayah BPJS Kesehatan Jawa Timur, I Made Puja Yasa di Surabaya mengakui bahwa cakupan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jawa Timur sampai dengan 1 September 2022 belum sampai 100 persen.

"Untuk di Jatim, sampai dengan 1 September 2022, cakupan peserta JKN belum 100 persen. Alias bisa dibilang mencapai 82,26 persen atau sebanyak 33.845.129 jiwa dan yang belum terdaftar sebagai peserta JKN sebanyak 7.298.938 jiwa," ujar Puja, sapaan akrab I Made Puja Yasa.

Adapun dari jumlah tersebut sendiri, lanjutnya, hanya ada tiga kabupaten kota yang cakupannya mencapai 100 persen, diantaranya ada Kabupaten Sampang dengan jumlah peserta 950.430 jiwa, Kota Malang 867.042 serta Kota Mojokerto sebanyak 140.442 jiwa.

Sementara untuk Kota Surabaya sebagai ibu kota Jatim, kata dia, capaiannya diangka 99.92 persen atau sebanyak 2.970.365 jiwa dari jumlah penduduk 2.972.801 jiwa.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Lindungi Pekerja Rentan Petugas Penjaga Pintu Rel Kereta Api

Sedangkan yang terendah diraih Kabupaten Blitar dengan jumlah peserta 788.352 jiwa atau sebanyak 64.08 persen dari jumlah penduduk yang mencapai 1.230.232 jiwa.

Melihat data-data cakupan JKN di Jatim tersebut, menurut Puja, masih diperlukan lagi kerja keras, khususnya dukungan dari semua pihak, termasuk swasta, pemerintah, akademi, kelompok masyarakat untuk berkolaborasi meningkatkan kepesertaan tersebut.

"Namun demikian, hingga saat ini sendiri, perlu diketahui bersama, kami saat ini terus berupaya untuk meningkatkan kemudahan layanan salah satunya dengan melakukan inovasi kemudahan layanan, aplikasi mobile JKN, skrining riwayat kesehatan dan juga penyampaian data dan informasi kepada masyarakat. Bahkan, kami juga telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan pesantren di Jatim," sambung dia.

Tidak hanya itu saja, masih kata Puja, untuk meningkatkan kepesertaan pun langkah tangkas juga telah diimplementasikan, salah satunya melalui sosialisasi bersama antara Polda Jatim dengan BPJS Kesehatan terkait, kemudian juga dengan restorative justice kepatuhan badan usaha dan masih banyak yang lainnya.

"Pada intinya, sejalan dengan keterbukaan publik yang tentunya juga kami dukung, kami pun juga akan terus bekerja keras sebaik mungkin serta bersinergi dan koordinasi dengan berbagai pihak yang terkait," tandasnya.

 

Informasi lengkap dam menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved