Berita Malang

Jelang Laga Arema FC vs Persebaya, Pengamanan di Kota Malang Dipertebal, Ada Penyekatan Batas Kota

Pertandingan big match derbi Jatim antara Arema FC VS Persebaya akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) mendatang.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim/kukuh
ILUSTRASI - Suasana penyekatan yang dilaksanakan di Exit Tol Madyopuro, Senin (24/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pertandingan big match derbi Jatim antara Arema FC vs Persebaya akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) mendatang.

Diprediksi, pertandingan akan berlangsung sengit. Karena kedua tim akan menurunkan pemain dan performa terbaiknya.

Nantinya di pertandingan tersebut, tanpa dihadiri oleh suporter Persebaya. Karena Panpel Arema FC tidak memberikan kuota kepada Bonek (sebutan untuk suporter Persebaya).

Meski tanpa kehadiran Bonek, pengamanan di wilayah Malang, khususnya Kota Malang akan ditingkatkan. Hal itu dilakukan, untuk mengantisipasi gesekan yang mungkin dapat terjadi.

Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Supiyan mengatakan, telah menyiapkan total 470 personel gabungan.

Personel gabungan itu terdiri dari Polresta Malang Kota, Kodim 0833/Kota Malang, Satpol PP Kota Malang dan Dishub Kota Malang.

Baca juga: 42 Ribu Tiket Pertandingan Arema FC Vs Persebaya Surabaya Sudah Ludes Terjual

Personel gabungan tersebut dikerahkan untuk melakukan penjagaan dan penyekatan di titik-titik batas kota. Penyekatan di batas kota Malang itu, mulai diberlakukan pada Sabtu (1/10/2022) siang.

"Seperti di batas kota arah utara atau di Jalan Raya Balearjosari, kita tempatkan 70 personel. Lalu di batas kota arah barat atau di Terminal Landungsari, kita tempatkan 30 personel,"

"Untuk Exit Tol Madyopuro, sebanyak 35 personel. Lalu di pertigaan Kacuk Barat, kita tempatkan 50 personel. Kemudian untuk perempatan Gadang, kita tempatkan 40 personel," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (29/9/2022).

Selain penyekatan batas kota, personel gabungan juga dikerahkan untuk penjagaan di stasiun dan patroli skala besar. Termasuk pengamanan hotel, tempat pemain Persebaya menginap.

"Untuk dua stasiun, yaitu Stasiun Malang dan Stasiun Malang Kotalama, masing masing kita tempatkan 25 personel. Selain itu, kami juga lakukan patroli skala besar dengan total 70 personel. Patroli skala besar itu dilakukan, sebagai antisipasi manakala ada suporter Persebaya yang masuk lewat jalur "tikus" atau jalur alternatif," bebernya.

Baca juga: Aji Santoso: Persebaya Benar-benar Siap Hadapi Arema FC

Kompol Supiyan menerangkan, apabila ditemukan ada suporter Persebaya yang memasuki wilayah Kota Malang, pihaknya segera melakukan penindakan.

"Kita lakukan pemeriksaan dan kita tanya alasan kedatangannya. Setelah itu, kita berikan tindakan tegas untuk segera kembali ke daerah asal. Karena pertandingan tersebut, dinyatakan tanpa suporter Persebaya," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga menambahkan, agar kedua suporter bersikap dewasa dan mematuhi segala aturan yang ada.

"Kami mengharap dan mengimbau kepada suporter Persebaya, untuk mematuhi dan menaati aturan dari pihak Panpel. Kemudian untuk suporter Arema FC, jangan melakukan hal provokatif kepada suporter Persebaya dan jangan terpancing demgan berbagai hal-hal provokatif lainnya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved