StickEarn Luncurkan Layanan Offline-to-Online pada Iklan Luar Ruang, Pastikan Double Exposure
StickEarn meluncurkan layanan offline-to-online pada iklan luar ruang untuk memastikan double exposure (paparan ganda).
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - StickEarn, pemimpin layanan advertising technology di Indonesia, meluncurkan layanan offline-to-online sebagai komitmen dalam memajukan industri periklanan Indonesia, khususnya iklan luar ruang, dengan memadukan teknologi digital pada medium beriklan.
CEO StickEarn, Archie Carlson menjelaskan, layanan beriklan offline-to-offline akan membantu pengiklan di Indonesia untuk semakin dekat dengan target pasar secara terpadu, mudah, dan menghasilkan data-data yang berguna untuk mengukur keberhasilan kampanye iklan, serta kegiatan marketing selanjutnya.
Layanan offline-to-online dari StickEarn sudah tersedia dan menjangkau seluruh Indonesia.
Dikatakannya, dihadirkannya layanan iklan ini tak lepas karena lanskap iklan di Indonesia mengalami dinamika yang dipicu oleh pandemi Covid-19 yang berdampak pada angka belanja iklan dan pemilihan platform beriklan.
Angka mobilitas manusia yang rendah, membuat sebagian brand mengalihkan belanja iklan mereka.
Nielsen Audience Measurement 2022 mencatat, brand mengalokasikan dana belanja iklan pada platform iklan yang dikonsumsi masyarakat saat pembatasan sosial, televisi dan digital, angka belanja iklan pada platform iklan tersebut meningkat masing-masing di 8 persen dan 6 persen.
“Pandemi Covid-19 mengubah strategi beriklan brand karena mobilitas target pasar yang juga terbatas. StickEarn membaca dan mengerti pola perubahan ini, serta mengembangkan teknologi-teknologi yang akan membantu banyak brand untuk kembali beriklan di luar ruang setelah mobilitas masyarakat kembali pulih, seperti sekarang ini," jelas Archie Carlson, Kamis (29/9/2022).
"Di masa ini, tuntutan pengiklan akan medium iklan luar ruang yang dapat terukur dan menghasilkan data, sangat besar. Oleh karena itu, lewat layanan offline-to-online yang StickEarn luncurkan, menjawab kebutuhan tersebut. Bahkan lewat layanan ini, StickEarn menawarkan perluasan jangkauan iklan luar ruang hingga pengiklan juga dapat hadir sampai ke dunia digital, menyesuaikan kebutuhan pasar sebagai respons perubahan behavior dari audiens," lanjutnya.
Dikatakannya pula, kembali normalnya mobilitas masyarakat di tahun 2022 telah menyamai dengan angka mobilitas di tahun-tahun sebelum pembatasan sosial diberlakukan, dan dampaknya, kebutuhan belanja iklan luar ruang meningkat hingga lebih dari 8.000 persen dibandingkan dengan masa awal pandemi, sehingga tingkat okupansi media iklan luar ruang sekarang mencapai 68.83 persen.
“Angka mobilitas yang membaik dan menyentuh angka sebelum pembatasan sosial adalah momentum yang tepat bagi pengiklan untuk berinvestasi pada brand dengan lebih leluasa. StickEarn dengan teknologi yang kami kembangkan, menangkap data mobilitas tersebut untuk memperkuat aktivitas beriklan bagi pengiklan, sehingga strategi offline-to-online dapat dilakukan untuk menggandakan eksposur, yang akan berpengaruh ke angka penjualan,” kata Archie.
Ia menambahkan, layanan offline-to-online dari StickEarn merupakan layanan terbaru yang memadukan pengaruh iklan luar ruang dan iklan digital, menjadikan setiap aset iklan lebih terukur dan memiliki dampak lebih kuat.
"Setiap orang yang melewati satu titik billboard yang menggunakan layanan offline-to-online dari StickEarn dapat terpantau dengan baik, dan data tersebut akan diolah sehingga pengiklan dapat melakukan re-marketing dengan menghadirkan iklan digital pada orang-orang yang berada di sekitar titik billboard tersebut. Layanan offline-to-online dari StickEarn ini sudah menjangkau seluruh area di Indonesia," tandasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com