Tragedi Arema vs Persebaya

Gubernur Khofifah Beberkan Soal Proses Identifikasi Korban Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memastikan, jumlah korban tewas akibat kerusuhan laga derbi Jatim antara Arema FC vs Persebaya

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Kamar Mayat RSSA Malang 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memastikan, jumlah korban tewas akibat kerusuhan laga derbi Jatim antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10/2022) malam, berjumlah 129 orang. 

Hal itu disampaikannya seusai melihat langsung proses identifikasi terhadap 17 orang korban tewas yang masih berlangsung di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, pada Minggu (2/10/2022) siang. 

Sebelumnya, semua korban tewas yang sejak malam kelabu itu, belum teridentifikasi namanya. Kini pukul 12.00 WIB, Khofifah memastikan, semua korban telah teridentifikasi profilnya. 

"Saat ini proses DVI nya sudah selesai, tapi perlu pencocokan anggota keluarga masing-masing. Kalau selesai, proses pengiriman jenazah sedapat mungkin kita maksimalkan di sini. Dimandikan dan dikafankan," katanya di Kamar Mayat RSSA Malang, Minggu (2/10/2022). 

RSSA Malang dan RSUD Kanjuruhan Malang menjadi lokasi rujukan terhadap para korban yang masih menjalani perawatan dengan kategori serius. 

Namun, lanjut Khofifah, pihaknya telah berkoordinasi dengan semua RS yang menangani pasien atau korban tewas sejak malam kelabu tersebut. 

Baca juga: Korban Tewas Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang Bertambah, Kini Tembus 129 Orang

"Penanganan di RSSA tanggungan Pemprov Jatim. Kalau di RS milik kota dan pemkab akan dilakukan oleh pihak pemkab, dan begitu juga seterusnya," terangnya. 

"Dan kami dan bupati dan walikota, akan memberikan santunan kematian dan Pemprov juga memberikan hal yang sama. Termasuk kepada yang luka berat," pungkasnya. 

Sementara itu, berdasarkan data Forensik Polda Jatim, update terbaru hingga pukul 13.00 WIB, 129 orang korban tewas atas insiden kericuhan di Kanjuruhan tersebut. 

Kemudian, dari 17 orang jenazah yang semula belum teridentifikasi, 14 orang jenazah diantaranya telah diketahui identitasnya melalui pencocokan dengan anggota keluarga korban. 

Sedangkan, korban selamat atau yang masih menjalani perawatan medis, RSUD Kanjuruhan Malang, dua orang, dan RSSA Malang sejumlah tujuh orang.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved