Berita Gresik

Purnawiraran Serma yang Tewas di Rumah Makan Gresik Dipastikan Gantung Diri, Polisi Kuak Hasil CCTV

Polres Gresik memastikan jasad Purnawirawan Sersan Mayor (Serma) Sumardi (54), yang ditemukan tewas di gudang peralatan taman sebuah rumah makan

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiyono
MENINGGAL - Jasat Purnawirawan Sersan Mayor Sumardi meringkuk di gudang tempat peralatan taman Rumah Makan IBC Jalan Veteran Kecamatan Kebomas, Rabu (29/10/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Polres Gresik memastikan jasad Purnawirawan Sersan Mayor (Serma) Sumardi (54), yang ditemukan tewas di gudang peralatan taman sebuah rumah makan, Jl Veteran, Gresik dipastikan gantung diri, Selasa (4/10/2022).

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro mengatakan, meninggalnya Sumardi karena gantung diri, bukan dibunuh.

Menurut Wahyu, Sumardi adalah seorang satpam di rumah makan, Jalan Veteran Kecamatan Kebomas. Jasad korban ditemukan gantung diri di dalam gudang perlengkapan taman, rumah makan pada Rabu (28/9/2022) pagi.

Menurut Wahyu, dari hasil analisa CCTV, bahwa sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sendirian mengarah ke gudang pada pukul 23.00 WIB.

"Setelah itu, tidak ada lagi orang yang keluar maupun masuk ke gudang. Aampai korban ditemukan meninggal dunia keesokan harinya," kata Wahyu.

Kemudian, dari hasil visum, wajah korban terlihat kebiruan, ada bintik pendarahan pada selaput lendir kedua mata, bibir dan kuku tangan kaki kebiruan.

Baca juga: Satpam Rumah Makan Tewas Dalam Gudang, Ada Ikatan Selang Air di Leher, Jadi Petunjuk Kematian?

"Ini merupakan, tanda mati lemas (Asfiksia). Luka lecet tekan melingkar leher dari leher bagian depan di atas jakun ke arah belakang atas akibat kekerasan benda tumpul. Luka tersebut lazim didapati pada korban gantung diri,” imbuhnya.

Lebih lanjut Wahyu menambahkan, luka lecet tekan di dagu dan lecet bibir bawah, diduga akibat benturan benda tumpul. Penekanan pada leher seperti itu dapat menutup saluran nafas utama dan atau pembuluh darah besar di leher, sehingga mengakibatkan mati lemas.

“Korban menggunakan pipa sebagai cantolan. Kemudian meninggal dan terjatuh disebabkan karena lepas, sehingga jatuh, dan bagian yang luka bisa disebabkan benturan. Sebab, di lokasi jatuh banyak benda-benda yang bisa menyebabkan luka. Dari hasil pemeriksaan, keluar cairan bening dari alat kelamin,” katanya.

Lebih lanjut Wahyu menegaskan, bahwa dari hasil penyelidikan, korban sering mengeluh ke rekan kerja dan atasannya. “Yaitu terkait beban hidup (masalah keluarga)," katanya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved