Tragedi Arema vs Persebaya

Muncul Desakan Copot Kapolda Jatim Buntut Tragedi Kanjuruhan, Polri: Kasus Sudah dalam Penyidikan

Kabar isu Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta dicopot buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan dibantah oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/ Purwanto
KADIV HUMAS POLRI IRJEN DEDI PRASETYO MENONAKTIFKAN KAPOLRES MALANG DALAM TRAGEDI SEPAKBOLA DI KANJURUHAN Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo memberikan keterangan kepada awak media di Mapolres Malang, Kabupaten Malang, Senin (3/10/2022). Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan menonaktifkan 28 anggota polri, salah satunya Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat yang bertugas mengamankan laga pertandingan Arema FC VS Persebaya Surabaya. Selain itu Polri juga memberikan reward kepada dua personel polisi yang gugur saat mengamankan laga tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Erwin

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, memberikan tanggapan soal munculnya desakan agar Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dicopot, buntut tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Dedi menegaskan, pihaknya selalu mengedepankan profesionalitas dalam setiap tindakan.

Selanjutnya dia mengaku hanya menyampaikan hasil identifikasi yang dilakukan tim bentukan Kapolri untuk mengusut kasus tragedi Kanjuruhan.

"Tim investigasi bekerja sesuai fakta hukum. Tim tidak berandai-andai dalam bekerja. Saya hanya menyampaikan update dari tim investigasi," ungkapnya.

Dedi meminta publik bersabar untuk selalu menanti informasi yang disampaikan oleh Humas Polri terkait insiden usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Baca juga: Malam Kelabu di Stadion Kanjuruhan: Kengerian di Pintu 13 dan 14 hingga Sakaratul Maut di Depan Mata

Baca juga: Ratusan Orang Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan Malang, Kapolda Jatim Irjen Nico Minta Maaf

"Kasus ini sudah tahap penyidikan. Kami masih kumpulkan alat bukti dan keterangan saksi, ahli dan petunjuk lainnya. Baru nanti pada saatnya kita akan menetapkan tersangka," katanya.

Menurut Dedi, ia mengkiaskan penentuan tersangka bukanlah perkara yang sederhana.

"Perlu ketelitian dan kehati-hatian sebelum menetapkan tersangka terhadap seseorang," tutupnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved