Berita Nganjuk

Wujudkan Pelayanan yang Prima, Tenaga Kesehatan di Puskesmas di Nganjuk Dilatih Public Speaking

Untuk mewujudkan pelayanan yang prima pada masyarakat, tenaga kesehatan di puskesmas di Nganjuk dilatih public speaking.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Tingkatkan kompetensi karyawan di puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk menggelar pelatihan public speaking di Puskesmas Sukomoro Nganjuk, Sabtu (9/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Tingkatkan kompetensi karyawan di puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk menggelar pelatihan public speaking di Puskesmas Sukomoro Nganjuk.

Tenaga kesehatan diharapkan dapat menjalin komunikasi yang baik, benar dan santun dalam melayani masyarakat.

Kepala Puskesmas Sukomoro Dinkes Kabupaten Nganjuk, dr Cordila Elmadhani mengatakan, seorang tenaga kesehatan (nakes) dinilai cukup penting untuk mendapatkan pelatihan public speaking dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.

"Pelatihan public speaking tersebut akan membuat tenaga kesehatan memiliki kompetensi membangun image layanan kesehatan yang baik. Dengan tujuan kepuasan dan kepercayaan masyarakat," kata Cordila Elmadhani, Sabtu (9/10/2022).

Apalagi, dikatakan Cordila Elmadhani, tenaga kesehatan jadi kepanjangan tangan dari pemerintah, sehingga harus memberikan pelayanan terbaik dalam bidang kesehatan. Dan itu sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat.

"Dengan menjalin komunikasi yang baik, benar dan santun merupakan kewajiban seorang pelayan masyarakat," ucap Cordila.

Sementara narasumber public speaking, Asty Hanifa, yang membawakan topik mengenai Komunikasi Pelayanan Publik dan Komunikasi menjelaskan tentang pentingnya kerja sama dalam tim untuk mencapai satu tujuan yang sama.

Selain itu, menurut Asty, teknik komunikasi terapeutik yang dapat dilakukan oleh petugas kesehatan untuk kesembuhan pasien sangatlah penting.

Karena teknik tersebut bisa dilakukan petugas kesehatan yang setiap harinya menghadapi berbagai macam tipe dan tingkat emosional pasien yang berbeda-beda.  

"Berusaha sependapat dengan pasien, tetap tenang dan kuasai diri serta mengakui kemarahan pasien, meminta maaf dan follow up untuk menjadi lebih baik itu harus bisa dilakukan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat," tutur Asty Hanifa.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Nganjuk

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved