Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Pasuruan

Ribuan Pelanggar Lalu Lintas Tertangkap Mobil Incar Polres Pasuruan, Surat Tilang Langsung Dikirim

Ribuan mobil tertangkap kamera melanggar aturan lalu lintas di Pasuruan. Polisi gercep kirim surat tilang

SURRYA/GALIH LINTARTIKA
Polisi menunjukkan layar kamera mobil incar Satlantas Polres Pasuruan. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Satlantas Polres Pasuruan terus melakukan segala upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di Pasuruan.

Salah satunya, memberikan tindakan tilang kepada para pengguna jalan yang tidak mematuhi aturan dan undang-undang lalu lintas yang ditetapkan.

Mobil incar sudah mulai kembali dioperasionalkan sejak dua hari terakhir. 

Hasilnya, ribuan pengguna jalan tertangkap kamera mobil incar ini.

Dari data yang didapatkan, hari pertama dioperasionalkan, ada 2.814 pengguna kendaraan yang tertangkap kamera melanggar aturan lalu lintas.

435 terkonfirmasi dan polisi juga sudah mengirimkan surat tilang melalui kantor pos.

Baca juga: Supervisor Tipu Perusahaan di Pasuruan Berkedok Tagihan Service Palsu, Kini Akhirnya Dicokok Polisi

Baca juga: Ciptakan SAMTI Atasi Masalah Sampah, Santriwati Pasuruan Raih Medali Perunggu di Ajang Internasional

Di hari kedua, 4.617 pengguna kendaraan yang tertangkap kamera melanggar.

Dari jumlah itu, 1.024 sudah terkonfirmasi dan sudah dikirim surat melalui pos.

Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada satupun pelanggar yang datang.

Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Yudhi Anugrah Putra mengatakan, ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas belum stabil.

Disampaikan dia, saat mobil incar dioperasionalkan, tingkat kesadaran masyarakat mendadak meningkat dan jumlah pelanggar menurun.

Namun, setelah tidak beroperasi,  tingkat kesadaran menurun sehingga banyak pelanggar.

Baca juga: Terkuak Penyebab Kecelakaan Mobil Pickup Muatan Mentimun Hantam Pembatas di Tol Gempol-Pasuruan

Terbukti, saat mobil incar mulai dioperasionalkan setelah berhenti.

"Angka pelanggaran cukup tinggi. Tapi, kami tidak akan berhenti untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib demi keselamatan," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved