Berita Madiun
Optimalkan Potensi, Warga hingga Perguruan Tinggi di Madiun Bentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Madiun menginisiasi terbentuknya Forum Pengurangan Risiko Bencana.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Arie Noer Rachmawati
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun menginisiasi terbentuknya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Senin (17/10/2022).
Seperti namanya, FPRB merupakan forum yang bergerak dalam mitigasi dan penanggulangan bencana alam yang diisi oleh unsur pemerintah, unsur masyarakat, unsur media, unsur dunia usaha, dan unsur perguruan tinggi.
Kalaksa BPBD Kabupaten Madiun, Zahrowi mengatakan dengan kerjasama pentahelic diharapkan bisa menekan risiko bencana di Kabupaten Madiun sekecil mungkin.
Menurut Zahrowi, kepedulian unsur-unsur pentahelic dalam penanganan bencana sangat tinggi, selain itu mereka juga mempunyai personil dan sarana prasana untuk penanganan bencana.
Sehingga jika potensi tersebut dibuatkan wadah dalam bentuk FPRB diharapkan bisa mengisi satu sama lain sehingga langkah mitigasi dan penanganan bencana lebih optimal.
"Melalui forum ini bagaimana kita semuanya sadar budaya akan tanggap bencana. Jadi ada komunikasi dan ada koordinasi," kata Zahrowi, ditemui di Puspemkab Madiun, Caruban, Senin (17/10/2022).
Baca juga: Awalnya Dengar Suara Ngorok, Istri di Madiun Kaget Suami Tewas di Dalam Kos, Ditemukan Obat-obatan
Baca juga: Umbul Square Segera Ganti Nama Jadi Madiun Zoo, Rp 5 Miliar Digelontorkan untuk Bangun Exhibit Satwa
Dengan koordinasi tersebut peran setiap unsur teratur dengan baik sehingga personel dan bentuk penanganan yang dikirim bisa tepat sasaran.
"Kepedulian masyarakat Kabupaten Madiun luar biasa tapi kapasitas mereka ini yang perlu kita tingkatkan sehingga perlu ada sebuah forum ini untuk bersama mengedukasi masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut, setiap datang musim hujan BPBD Kabupaten Madiun selalu siaga terhadap tiga jenis bencana yang berpotensi muncul di Kampung Pesilat.
Yang pertama adalah banjir, lalu tanah longsor, dan terakhir adalah angin kencang serta puting beliung.
Baca juga: Kecelakaan di Madiun, Pickup Pupuk Subsidi Terguling, Muatan Berhamburan di Tengah Jalan
Berita Madiun lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/bpbd-madiun-inisiasi-fprb.jpg)