Investor Institusi Indonesia Gencar Cari Alternatif Investasi, CEO Adhya Group: Jangan Takut Belajar
Investor institusi Indonesia gencar mencari alternatif investasi, CEO Adhya Group Ricky Wijaya: Kuncinya jangan takut belajar lagi.
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pasca melandainya kasus Covid-19 secara global, pekerjaan berikutnya bagi setiap pemerintah negara adalah merancang strategi untuk pemulihan ekonomi.
Di Indonesia, langkah pemulihan ekonomi dan persiapan untuk menghadapi gelombang resesi dilakukan, satu di antaranya dengan mendorong kewirausahaan dan penguatan sektor ekonomi kreatif.
Tantangan ini disambut positif oleh CEO Adhya Group, Ricky Wijaya.
Pengusaha terkenal ini menilai, iklim bisnis di Indonesia saat ini masih sangat positif untuk dieksplorasi. Hal ini terlihat dari geliat bisnis Adhya Group mulai dari properti, hospitality, FnB, sampai creative, entertainment, dan media.
“Kuncinya adalah selalu peka pada kebutuhan pasar, dan jangan takut untuk membuka diri, belajar lagi pada hal baru di luar bidang usaha konvensional. Ini pula yang melandasi Adhya Group untuk berinvestasi di sektor ekonomi kreatif, meskipun core usaha kami sangat kental di bidang manufaktur, konstruksi, dan pengadaan produk,” kata Ricky Wijaya, Rabu (19/10/2022).
Sejak 2019, Adhya Group mantap merambah ke dunia entertainment dengan berbagai genre, mulai dari Studio IP, pengembangan dan komersial, merchandise, animasi dan visual effect studio.
Di bidang FnB, Ricky Wijaya menyebutkan saat ini telah memiliki lebih dari 40 outlet kuliner dan restoran yang tersebar di Jakarta, Medan, Bandung dan Bali. Beberapa merek yang akrab di kalangan generasi muda seperti Filosofi Kopi dan Damn! I Love Indonesia adalah salah satu merek, di mana Adhya Group menaruh investasi.
CEO Jagartha Advisors, FX Iwan, menyebutkan, keunikan Adhya Group berada pada keberaniannya untuk melangkah di luar zona nyaman
“Pengusaha atau investor skala besar di Indonesia biasanya memiliki portofolio investasi yang cenderung konservatif, dan cenderung familiar bagi mereka. Bisa jadi karena mereka sebagai konsumen, atau memiliki ilmu di bisnis tersebut. Namun, Adhya Group cukup berani untuk mengambil visi yang ambisius dengan menjelajah banyak sektor dan pilihan kota yang jadi basis operasionalnya,“ tuturnya.
Menurut pria yang akrab disapa Iwan itu, Adhya Group jeli memilih tipe brand dan bisnis yang tengah diminati masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi.
“Aksi seperti ini sangat strategis dilakukan pelaku usaha, sebab, semakin besar cakupan konsumen yang ditarget, maka semakin besar valuasi grup dan pergerakan tren konsumen juga bisa jadi bekal grup usaha untuk memetakan rencana ekspansi berikutnya,” ujar Iwan.
Dikatakannya, sebagai salah satu perusahaan penasihat investasi independen di Indonesia, Jagartha Group menganalisis tentang pola investasi investor high net-worth (HNW) yang bergerak cukup agresif.
“Dibandingkan lima sampai 10 tahun ke belakang, gerak HNW investor Indonesia sangat aktif untuk mengeksplor alternative investment baru. Beberapa klien kami bahkan sangat antusias untuk masuk ke bisnis konten digital, produksi film, bahkan esports. Rata-rata mereka masuk lewat jalur institusi alias perusahaan," kata Iwan.
Hal di atas pula yang lantas membuat Jagartha Group tertarik untuk berkolaborasi sebagai private investor di beberapa portofolio bisnis Adhya Group, khususnya sektor ekonomi kreatif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/CEO-Adhya-Group-Ricky-Wijaya-menilai-iklim-bisnis-di-Indonesia-masih-sangat-positif-dieksplorasi.jpg)