Arti Kata

Apa Itu Baby Led Weaning? Metode Pengenalan MPASI yang Diterapkan Nikita Willy, Ketahui Manfaatnya

Baby led weaning bertentangan dengan metode MPASI tradisional yang harus melalui beberapa tahapan tekstur bubur. Ketahui manfaat dan risikonya!

Instagram/nikitawillyofficial94
Dalam artikel kali ini, tim redaksi TribunJatim.com akan menunjukkan manfaat sekaligus risiko metode MPASI BLW seperti yang diterapkan oleh Nikita Willy. Berikut informasi lengkapnya. 

TRIBUNJATIM.COM - Metode parenting Nikita Willy kerap mencuri perhatian publik.

Belum lama ini dia mengaku menerapkan metode MPASI BLW atau baby led weaning untuk anaknya yang bernama Issa Xander Djokosoetono.

Nikita Willy memilih metode tersebut karena keluarganya sering bepergian.

Namun ia terlebih dahulu mendengarkan saran dokter, mengikuti workshop, kursus serta membaca buku sebelum mempraktikkannya.

"6 bulan kurang semingu Izz starts makan pastinya dengan izin dokter anak. Karena kita selalu travel jadi kita putuskan menggunakan metode BLW (baby led weaning ) agar Izz bisa enjoy makan sama kita di meja makan dan kita ga harus repot bikin bubur apalagi saat bepergian," kata Nikita Willy melalui Instagram Story-nya belum lama ini.

Setelah diterapkan oleh Nikita Willy, metode baby led weaning menjadi perbincangan luas di kalangan netizen.

Mereka memperdebatkan keamanan metode tersebut untuk diterapkan pada bayi di bawah usia 1 tahun.

Baby led weaning memang bertentangan dengan metode MPASI tradisional yang harus melalui beberapa tahapan tekstur bubur.

Sebab dalam metode ini, bayi yang sudah berusia 6 bulan boleh diberi makanan berbentuk padat yang telah dipotong-potong.

Mereka juga dibiarkan memilih dan memakan makanannya sendiri alias tidak disuapi.

Teknik baby led weaning diyakini dapat memberi beragam manfaat untuk si kecil.

Selain itu, ibu juga bisa menghemat banyak waktu karena tidak harus menghaluskan makanan dan menyuapi sang buah hati.

Kendati demikian, metode ini juga menyimpan beragam kekurangan yang bisa berakibat secara langsung pada bayi.

Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui manfaat dan risikonya terlebih dahulu.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved