Berita Tulungagung

Air Sumur Warga Tulungagung Tak Bisa Dikonsumsi, Kekuningan dan Berbau, Diduga Tercemar Limbah

Air dari sumur warga Tulungagung tak bisa dikonsumsi, kekuningan dan berbau, diduga tercemar limbah pabrik gula atau PG Mojopanggung.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/David Yohanes
Kasemi (58) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung, mengatakan, air sumur pompa miliknya tidak bisa dikonsumsi karena diduga tercemar limbah, Senin (31/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Warga Dusun Krajan, Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung, mengeluhkan sumber air di tempat mereka tidak bisa dikonsumsi, Senin (31/10/2022).

Diduga sumur-sumur warga tercemar limbah Pabrik Gula (PG) Mojopanggung.

Salah satu warga bernama Kasemi (58) mengatakan, air dari sumur pompa miliknya tidak bisa dikonsumsi.

Air yang keluar memang terlihat bening, namun setelah beberapa waktu berubah kekuningan.

Selain itu, aromanya juga kurang sedap, seperti besi berkarat.

"Airnya hanya buat mandi. Itu pun langsung dipakai, tidak berani diinapkan karena warnanya akan jadi kuning," ujar Kasemi.

Sebelumnya warga yang tinggal di barat PG Mojopanggung ini menumpang ambil air untuk konsumsi di tetangga sebelahnya.

Namun kondisinya saat ini sumber air milik tetangganya juga ikut tercemar.

Kasemi harus mencari air ke warga lain yang jauh dari dari lokasi pabrik.

"Sekarang cari airnya di warga yang ada di tepi jalan besar sana. Setiap hari diambil pakai jeriken," sambungnya.

Sementara untuk air minum, Kasemi memilih membeli air galon.

Satu galon biasanya habis untuk minum selama tiga hari.

Hal yang sama diungkapkan Anik Susanti (34) yang rumahnya tidak jauh dari rumah Kasemi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved