Berita Surabaya

Universitas Ciputra Siapkan UMKM Go Internasional

Tim Pengusul Program Maching Fund Kedaireka Universitas Ciputra (UC) yang beranggotakan Dr David Sukardi Kodrad, Dr Damelina Tambunan, dan Dr Tina Mel

Penulis: Zainal Arif | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/ZAINAL ARIF
Suasana pameran produk tujuh Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) binaan Universitas Ciputra di Tunjungan Plaza 1 dan Tunjungan Plaza 2 Surabaya sebagai tempat uji pasar, Jumat (4/11/2022). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tim Pengusul Program Maching Fund Kedaireka Universitas Ciputra (UC) yang beranggotakan Dr David Sukardi Kodrad, Dr Damelina Tambunan, dan Dr Tina Melinda berhasil mendapatkan hibah bekelanjutan di atas Rp 500 juta selama dua tahun ini.

Dr Tina Melinda menjelaskan tema yang diusung adalah Modified of Design Thinking (MODIS). MODIS merupakan hasil riset para dosen yang kemudian diaplikasikan dan digunakan oleh Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) untuk mengembangkan industrinya. 

“Puji Syukur tahun 2022 ini adalah tahun kedua dimakan tim kami mendapatkan kepercayaan sebesar lebih dari Rp 500 juta. Tahun ini ada 7 DUDI yang masuk dalam pembinaan yang mana mencangkup beberapa sektor industri” ujar Dr Tina, Jumat (4/11/2022).

Diantaranya, Yayasan Kana Setia Rahayu (jasa bimbingan belajar), Griya Kreatif Private (jasa bimbingan belajar dan produk kripik), PT Lingkar Bahagia Sejahtera (usaha logistic dan supply chain).

Kemudian ada Mimikoe Snack (usaha snack), PT Citra Sejahtera Indonesa (usaha komuditas rempah-rempah), Kampung Inggris (jasa bimbingan belajar Bahasa inggris), hingga Dermal Skin Care (usaha Skin care).

Tina menjelaskan, keberhasilan meng-scale up bisnis para UMKM binaan pada tahun 2021 lalu.

Diantaranya UMKM Hexaguna yang bergerak di bisnis air minum, MB Glow yang bergerak di bidang bisnis kosmetik inilah yang menjadikan MODIS pada tahun ini kembali mendapatkan hibah. 

Tina Melinda menjabarkan bagaimana MODIS ini “bekerja” untuk meningkatkan UMKM. 

“Kebanyakan UMKM didirikan berdasarkan kemampuan yang dimiliki bukan menelisik dari kebutuhan pasar. Sehingga hasilnya tidak maksimal," terangnya.

"Nah UC akan membantu menata ulang UMKM yang sudah berjalan. Mengadakan bird in hand dan melihat keinginan pasar. Kemudian memikirkan inovasi produk dan disertai dengan memberikan pelatihan," imbuhnya.

Ia mencontohkan, apabila ada seseorang memiliki keahlian memasak kemudian berjualan pastel. UC akan membantu untuk memberikan nilai tambah pada pastel tersebut sesuai dengan kebutuhan pasar, menambahkan inovasi dan disertai dengan pelatihan.

"Misalnya pastelnya bisa diinovasikan di sisi gizi dan rasa. Tidak lupa juga harus melakukan uji coba ke pasar atau yang biasa disebut market testing” Imbuhnya. 

Circle ini yang diterapkan ke DUDI binaan, sehingga produk yang diluncurkan DUDI sesuai dengan kebutuhan pasar.

Sebagai tempat uji pasar bagi 7 DUDI yang saat ini berada dibawah binaan UC, maka di gelar pameran produk pada 3-6 November 2022 di Tunjungan Plaza 1 dan Tunjungan Plaza 2.

 “Produk-produk UMKM binaan kami yang sudah ada sentuhan inovasinya ini akan dipamerkan selama 4 hari di Tujungan Plaza supaya mendapatkan feedback dari pasar secara langsung,” tutur Tina. 
 
“Tunjungan Plaza kami pilih selain lokasinya di pusat kota, pengunjungnya juga tidak hanya dari kelas High End namun masih juga dikunjungi oleh masyarakat Middle Low sehingga produk yang dihasilkan teman-teman UMKM menemukan type konsumen yang tepat,” imbuhnya. 

Pameran ini melibatatkan 7 DUDI dan 28 UMKM binaan. Tina Melinda dan tim ingin membawa UMKM sampai menembus pasar international. 

“Kami ingin sekali membawa UMKM go International. Sebelumnya tentu saja mereka harus meguasai pasar nasional terlebih dahulu. Pasar Indonesia inikan besar sekali,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved