Pembunuhan Brigadir J
Kesaksian Pengevakuasi Jasad Brigadir J, Jujur soal Insiden Sebelum Tutup Kantong Jenazah: Panjang
Inilah kesaksian petugas evakuasi jasad Brigadir J setelah dipanggil ke rumah dinas Ferdy Sambo, ia pun bercerita soal insiden yang sempat terjadi.
Penulis: Ignatia | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM - Petugas evakuasi jasad Brigadir J alias Yosua Hutabarat memberikan kesaksiannya terhadap peristiwa yang terjadi.
Sesaat setelah penembakan dilakukan oleh Ferdy Sambo, petugas ambulans dipanggil untuk mengevakuasi jenazah.
Detik-detik kematian Yosua Hutabarat memang sedang ditelusuri lebih dalam.
Terutama untuk menjadi materi dalam persidangan yang terus berlangsung sejak 17 Oktober 2022 lalu.
Ada fakta-fakta baru yang diperoleh dari pengakuan petugas evakuasi jenazah Brigadir J.
Baca juga: Pengakuan Bibi Brigadir J Tak Takut Intimidasi Ferdy Sambo, Puas Luapkan Amarah ke Suami Putri C
Setelah mengeksekusi Brigadir J, Ferdy Sambo langsung berusaha membangun skenario palsu yang awalnya disampaikan ke publik.
Skenario tersebut berisi adanya tembak menembak yang terjadi antara polisi di rumah dinasnya.
Kemudian, setelah ditelusuri lebih jauh, kepolisian menemukan fakta bahwa peristiwa yang terjadi bukanlah tembak menembak.
Sejak saat itu, kebohongan Ferdy Sambo Cs mulai terkuak sedikit demi sedikit.
Persidangan mengadili Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, para petinggi Polri yang disebutkan bertanggung jawab atas apa yang sebenarnya terjadi dengan Brigadir J.
Baca juga: Teka-teki Keberadaan Ponsel Brigadir J Terjawab? AKBP Ridwan Tanya Hal Penting ke Ajudan di Olah TKP
Dalam persidangan Senin (7/11/2022), seorang saksi mata yakni petugas evakuasi jasad mengungkap fakta jenazah Brigadir J ketika akan dibawa ke rumah sakit.
Sopir bernama Ahmad Syarul Ramadhan itu menceritakan detail kejadian saat ia diperintahkan mengevakuasi jasad Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.
Kala itu, Ahmad dihubungi oleh kantornya untuk datang ke sebuah tempat sekira pukul 19.00 Wib.
Langsung meluncur ke lokasi yang dikirimkan perusahaannya, Ahmad pun tiba di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga dengan pengawalan petugas keamanan komplek.
Melihat situasi rumah yang penuh dengan orang dan banyak kamera, Ahmad tersentak.
Kekagetan Ahmad semakin bertambah saat masuk ke dalam rumah tersebut dan melihat ada jenazah tergeletak.
Belakangan diketahui Ahmad bahwa jenazah yang ia lihat dengan mata kepala sendiri itu adalah Brigadir J.
"Saya jalan melewati garis police lice, ada tangga, di samping tangga itu saya terkejut ada satu jasad, jenazah," kata Ahmad Syarul Ramadhan dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas TV, Senin (7/11/2022).
"Jenazah itu sudah berada di dalam kantung jenazah atau masih tergeletak ?" tanya hakim ketua Wahyu Iman Santoso.
Baca juga: 5 Fakta Sidang Ferdy Sambo Cs, Anak Bungsu Putri Candrawathi Hasil Adopsi - Kodir Dinilai Berbohong
"Belum, (masih) tergeletak berlumuran darah," jawab Ahmad.
Saat mengangkat jenazah Brigadir J, Syahrul mengaku dalam posisi memegang kedua pergelangan tangan jenazah Brigadir J.
Saat itulah, Syahrul lihat darah keluar dari kepala Brigadir J.
"Tapi saya tidak tahu apakah darah itu keluar dari dalam kepala atau organ tubuhnya, atau dari genangan darah di lantai," katanya menjawab pertanyaan majelis hakim.
Baca juga: Terjawab Kemana Putri C Sembunyikan Ponsel Brigadir J yang Hilang? Kamaruddin Syok, Ibu Yosua Hancur
Sebab kata Syahrul ia tidak mengecek dan memastikan apakah ada luka tembak di kepala Brigadir J.
Selain itu kata Syahrul, jenazah Brigadir J saat diangkat mengenakan masker.
"Apakah ada lubang di maskernya," tanya hakim.
"Saya kurang melihat Yang Mulia," katanya.

"Tapi saya melihat ada luka tembak di dadanya," ujar Syahrul.
"Dari mana kamu tahu itu luka tembak?," tanya hakim.
"Karena lubang di dadanya Yang Mulia," ujar Syahrul.
Mulanya, Syahrul bercerita kronologis dirinya diminta untuk datang ke rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.
"Saat tiba di lokasi, saya ikuti police line. Lalu saya terkejut di samping tangga ada jenazah," kata Syahrul, Senin (7/11/2022).
Baca juga: Ibu Brigadir J Mohon Putri Candrawathi Kembalikan Ponsel Anaknya, Saya Ibunya, Istri Sambo Nunduk
Saat itu, Syahrul melihat tubuh jenazah Brigadir J dalam kondisi terlentang dan masih mengenakan baju putih serta masker.
Setelah itu, dirinya langsung melakukan pengecekan denyut nadi di tangan kiri Brigadir J menggunakan sarung tangan karet. Kata dia, denyutan nadi sudah tidak ada.
"Saya disuruh salah satu anggota untuk cek nadinya. Saya cek sudah tidak ada nadinya," ucap Syahrul.
Dari hasil pengecekan nadi itu, dirinya langsung memberikan informasi kepada beberapa petugas dari Propam Polri yang sudah ada di lokasi.
Hanya saja, Syahrul tidak memerinci identitas orang-orang yang ada saat itu.
Akan tetapi, para anggota Propam Polri itu kembali meminta Syahrul untuk mengecek kondisi Brigadir J guna memastikan masih hidup atau tidaknya.
"Saya bilang ke bapak-bapak lokasi 'izin pak sudah tidak ada', 'pasti mas?' 'pasti pak'," ucap Syahrul seraya menirukan percakapan.
Akan tetapi, beberapa anggota itu kata dia, kembali melakukan pengecekan nadi untuk memastikan kondisi Brigadir J.
"Lalu dicek kembali (kondisi nadi Yosua oleh) bapak-bapak di lokasi," kata Syahrul.
Baca juga: Putri C Nangis Minta Maaf ke Orangtua Yosua, Tetap Salahkan Brigadir J, 4 Bukti Pelecehan Diungkap
Dalam kesaksiannya saat persidangan, Ahmad Syahrul juga menceritakan detik-detik dirinya sempat mengalami insiden.
Ternyata menurut Syahrul, insiden itu terkait kondisi Brigadir J ketika kantung jenazah hendak ditutup.
Tidak pernah disangka Syahrul bahwa kondisi jasad Brigadir J saat kantung jenazah hendak ditutup justru mengalami macet.
Yakni saat hendak menutup rapat kantong jenazah, ternyata kantong yang dibawa tak cukup untuk jasad Yosua.
Alhasil Ahmad menekuk kaki Brigadir J agar kantong jenazah bisa ditutup rapat.
"Karena jenazah kakinya panjang, enggak muat di kantong jenazah yang biasa saja, saya lepit (lipat) kakinya sedikit, biar supaya bisa muat di kantong jenazah, baru masuk saya resleting," aku Ahmad.
Berita seputar Pembunuhan Brigadir J lainnya