Berita Surabaya

Senangnya Warga Bulak Banteng Surabaya saat Motornya yang Hilang Bisa Kembali: Lega Rasanya

Warga Kota Surabaya bernama Dimas, Mustofa, dan Arifin, bernafas lega saat kendaraan motor matic milik mereka berhasil ditemukan.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Febrianto Ramadani
Tiga korban curanmor Dimas, Mustofa, dan Arifin, saat mencoba kendaraan motor matic milik mereka yang berhasil ditemukan Polrestabes Surabaya dalam Press Conference di Gedung Bhara Daksa, Senin (7/11/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Warga Kota Surabaya bernama Dimas, Mustofa, dan Arifin, bernafas lega saat kendaraan motor matic milik mereka berhasil ditemukan.

Diketahui, ketiga pria tersebut adalah korban kejahatan curanmor.

Di hadapan awak media, Senin (7/11/2022), Dimas yang juga berdomisili Bulak Banteng mengucapkan terima kasih kepada Polrestabes Surabaya.

Dirinya mengaku menggunakan motornya untuk bekerja sehari hari.

"Sepeda saya merk Honda Beat buat pulang pergi bekerja di proyek. Alhamdulillah senang masih rezeki saya. Terima kasih pak," tuturnya, dalam Press Conference di Gedung Bhara Daksa.

Senada dengan Dimas, Arifin mengucap syukur karena sepeda motornya bermerk Scoopy bisa kembali ke tangannya. Tak ketinggalan, bersama Mustofa dan Dimas mereka langsung menerima kunci kontak dari salah satu petugas.

"Lega rasanya bisa ditemukan. Soalnya buat bepergian kemana-mana. Terima kasih banyak Pak Kapolrestabes," ucapnya.

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana, mengatakan, Ada 74 tersangka kasus curanmor dalam waktu 1 bulan terakhir berdasarkan laporan masyarakat yang masuk di Polrestabes Surabaya maupun polsek jajaran.

"Dengan barang bukti roda dua 21 unit, dan kunci T 25 unit. Bermodalkan analisis rekaman CCTV dari dinas terkait bekerja sama dengan kami," bebernya.

Modus para tersangka tersebut, lanjut dia, yakni merusak kendaraan kunci bermotor, baik di pemukiman, kos kosan dan di pinggir jalan. Kebanyakan mereka melancarkan aksinya di atas jam 6 petang.

"Sekali mereka dapat langsung menuju penadah. Jadi setelah mendapatkan hasil curiannya, langsung berangkat. Agar kesulitan mendapatkan barang bukti," terangnya.

Baca juga: Akhirnya Komplotan Curanmor 5 Lokasi di Malang Tertangkap, Kepepet Ekonomi Picu Nekat Kriminal

"Ada beberapa penadah tengah dalam proses hukum. Di Wonocolo penadah sudah ditangkap," sambung AKBP Mirzal.

Dirinya mengingatkan kepada masyarakat Kota Pahlawan, untuk lebih waspada dalam menyimpan kendaraan berharganya. Khususnya di lingkungan pemukiman yang sepi.

"Kami butuh bantuan bersama sama untuk memberantas curanmor dan melakukan tindakan tegas," pungkas AKBP Mirzal.

 


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved