Satu Keluarga Tewas di Jakarta Barat
Foto Terakhir Satu Keluarga Tewas Kalideres, Larang Tetangga Masuk Rumahnya, Korban Anggota Sekte?
4 orang masih satu keluarga tewas di Jakarta Barat diduga anggota sekte. Tetangga dilarang masuk ke rumahnya di Perumahan Citra Garden.
TRIBUNJATIM.COM - Penyebab insiden satu keluarga tewas di Jakarta Barat hingga kini masih menjadi misteri.
Empat orang dalam satu rumah di Perumahan Citra Garden Extension, Kalideres, Jakarta Barat meninggal dunia, awalnya diduga karena kelaparan.
Pasalnya jasad korban R (71), M (58), D (40) anak R dan M, serta adik dari pasutri itu B (69), ditemukan sudah membusuk.
Namun dugaan tersebut dibantah oleh kerabat korban.
Terlebih mengingat aset miliaran yang dimiliki satu keluarga tewas di Jakarta Barat ini, tak mungkin mereka meninggal dunia karena tak mampu membeli makanan.
Kini, satu keluarga tewas di Jakarta Barat diduga menjadi anggota sekte tertentu.
Satu persatu kejanggalan dari insiden ini pun disorot.
Dessi, salah satu warga ungkap foto terakhir yang dikirim salah satu korban tewas di Kalideres tersebut.
Tetangga korban, sempat mendapat WA dari salah satu keluarga yang tewas, bernama Margaretha.
Dalam pesan WhatsApp tersebut, keluarga ini rupanya melarang orang luar masuk ke rumahnya.
"Kamu gausah datang lagi ke sini," ujar Dessi mengulang ucapan yang pernah diucapkan Margaretha kepada kader juru pemantau jentik (jumantik) yang tiap bulan rutin mengecek rumah warga Perumahan Citra Garden Extension, Kalideres sebagaimana dilansir dari Youtube Official iNews, Senin (14/10/2022).
Baca juga: Apa Itu Kepercayaan Santhara? Diduga Pakar Forensik Dianut 1 Keluarga Tewas di Kalideres: Masuk Akal
Kata Dessi, ucapan dari Margaretha itu disampaikan melalui whatsapp kepada kader jumantik pada pertengahan September 2022 atau dua bulan sebelum satu keluarga di Kalideres itu ditemukan tewas membusuk.
"Tanggal 19 September kader jumantik dapat whatsapp dari istrinya (Margaretha) kirim foto lagi periksa air (kamar mandi).
Dia bilang kamu gausah datang lagi ke sini karena sudah kirim foto, selanjutnya cukup tanda tangan aja," ujar Dessi.

Disampaikan Dessi, sejak dahulu satu keluarga yang tewas membusuk itu memang dikenal tertutup dengan warga.