Berita Surabaya

Pinjol Menjerat Mahasiswa, Dekan FEB Unesa Ungkap Faktor hingga Tips Agar Tidak Terjebak

Fenomena pinjaman online atau pinjol belakangan ini menjadi sorotan setelah menjerat ratusan mahasiswa IPB.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Arie Noer Rachmawati
ISTIMEWA
Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Dr Anang Kistyanto S Sos M Si. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Zainal Arif

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Fenomena pinjaman online atau pinjol belakangan ini menjadi sorotan setelah menjerat ratusan mahasiswa IPB.

Menyikapi fenomena pinjol di kalangan mahasiswa, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Dr Anang Kistyanto S Sos M Si angkat bicara.

Menurutnya, meledaknya fenomena pinjol ini memang sudah diprediksi sebelumnya.

Di mana jasa pinjol ini menawarkan sejumlah kemudahan dan kecepatan.

Hal itu dianggap menjebak bagi masyarakat awam atau mahasiswa yang tidak memiliki literasi finansial.

"Mahasiswa atau masyarakat yang kurang literasi keuangannya memang gampang terjebak," kata Anang kepada Tribun Jatim Network, Minggu (20/11/2022).

Baca juga: Tipu Daya Wanita Mampu Jerat Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Masa Lalu Terkuak: Dulu Normal

Di sisi lain, para korbannya mungkin memiliki literasi finansial yang cukup, tetapi karena faktor sosial dan ekonomi yang menuntut mereka membutuhkan dana cepat bisa saja terjebak.

"Karena butuh kali ya, akhirnya ya sudahlah pinjol aja," ujarnya.

Menurut pria asal Tuban tersebut, pinjol meresahkan masyarakat bahkan sudah mengarah pada penipuan.

Selain sistem bunganya yang tinggi, cara penagihannya pun cenderung tidak etis alias dengan cara-cara mengintimidasi dan paksaan.

"Ini bisa berbahaya secara psikis dan berdampak pada aspek akademik mahasiswa," jelasnya.

Agar mahasiswa tidak menjadi korban, Anang menyarankan agar kampus memberikan edukasi tentang literasi keuangan yang baik dan benar kepada mahasiswa, utamanya mahasiswa baru.

Selain itu, membuka alternatif pinjaman melalui koperasi mahasiswa (kopma), sehingga ketika mahasiswa terhimpit kebutuhan mendesak, bisa melakukan pinjaman ke kopma.

"Mahasiswa harus selalu waspada dengan tawaran yang menggiurkan dari pinjol. Jangan mudah terjebak meski terdesak," jelasnya.

Baca juga: Nasib Mantan Penyanyi Cilik Pusing Diduga Terseret Utang Pinjol, Murka Ikut Bayar Tagihan Segunung

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved