Berita Surabaya

Stunting di Surabaya Ada Seribu Kasus, Pemkot Pasang Target Tahun Depan Jadi Nol

Kasus stunting di Surabaya menyisakan seribu kasus. Pemkot Surabaya optimis tahun depan kasus tersebut bisa terus menurun hingga nihil.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Bobby Constantine Koloway
Kepala DP3A-PPKB Kota Surabaya, Tomi Ardiyanto ketika berada di Surabaya. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kasus stunting di Surabaya menyisakan seribu kasus. Pemkot Surabaya optimis tahun depan kasus tersebut bisa terus menurun hingga nihil.

Mengutip data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, kasus stunting di Surabaya menunjukkan tren penurunan signifikan.

Di tiga tahun terakhir, angka stunting di Surabaya turun sekitar 11 ribu. Rinciannya, 12.788 kasus pada tahun 2020, kemudian menurun menjadi 6.722 kasus pada 2021, dan 1.055 kasus pada 2022 (hingga Oktober).

Pemkot menargetkan tren penurunan kasus bisa terus berlanjut di 2023. Bahkan, seluruh anak diharapkan bisa lepas dari stunting.

"Sebagaimana arahan Bapak Wali Kota (Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi), kami lakukan berbagai upaya untuk melakukan percepatan penurunan stunting," kata Kepala DP3A-PPKB Kota Surabaya, Tomi Ardiyanto ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (27/11/2022).

Pertama pemkot membagikan sekaligus sosialisasi manfaat Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri. Sebagaimana diketahui, konsumsi TTD bagi remaja wanita dan ibu hamil sangat disarankan.

Baca juga: Penurunan Angka Stunting Jadi Prioritas, Dinas PPKB Nganjuk Gelar Diseminasi Audit Kasus Stunting

Sebab, setiap bulannya wanita kehilangan banyak darah akibat menstruasi. Dengan mendapat TTD, memastikan remaja putri terhindar dari anemia sehingga kelak ketika dewasa dan hamil bisa terhindar dari penyakit kurang darah.

Seminggu sekali, dinas mendatangi sekolah. Selain itu, TTD juga disiapkan di puskesmas. "Sosialisasi TTD itu dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui puskesmas di masing - masing wilayah, kepada remaja putri," kata Tomi.

Pemkot juga melakukan sosialisasi kepada calon pengantin (catin). Dengan program Pendampingan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), catin akan mendapatkan beberapa sosialisasi pencegahan stunting.

Tak hanya itu, Pemkot juga menggandeng Tim Pendamping Keluarga (TPK). Ini untuk memberikan pendampingan bagi ibu dan balita.

Para ibu yang baru memiliki anak usia balita mendapat penyuluhan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Juga, pemberian pangan olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) dengan resep Dokter Spesialis Anak untuk balita malnutrisi atau dengan penyakit tertentu.

Pemkot juga membagikan Taburan Ceria (Taburia) multivitamin dan mineral untuk balita. Termasuk, menu sehat pada ibu balita serta mempraktikkan demo memasak makanan sehat.

"Pak Wali Kota juga ada program pemberian permakanan stunting, Kampung ASI, Jago Ceting yang digerakkan bersama PKK dan lintas sektor, imunisasi, aksi konvergensi penanganan stunting dan masih banyak lainnya,” papar Tomi.

Pemkot juga menggandeng berbagai pihak untuk percepatan tersebut. Secara rutin, pemkot merembuk stunting di tingkat kota, mulai dari kecamatan, kelurahan, puskesmas, PKK, tiga pilar dan peran serta tokoh masyarakat.

"Sehingga tersusun pemecahan masalah yang ditemukan dengan intervensi sensitif mencapai 70 persen dan spesifik 30 persen. Ini sesuai masing - masing wilayah di kelurahan dan kecamatan,” katanya.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani juga menggandeng 6.642 TPK se-Surabaya. Di antaranya, dengan mengedukasi pemberian susu, mikronutrien, paket sembako bagi para Ibu hamil resti (resiko tinggi) stunting di setiap kelurahan.

"Selain itu juga melakukan memimpin program Surabaya Emas (Eliminasi Masalah Stunting)," katanya.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved