Berita Surabaya

Dampak G20 di Indonesia, Pakar: Ciptakan Iklim Investasi yang Baik Tapi Tidak Instan

Presidensi G20 telah sukses diselenggarakan pekan lalu di Bali. Forum itu sukses mendatangkan puluhan pemimpin negara besar di dunia.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
ilustrasi G20 - Dampak G20 di Indonesia, Pakar: Ciptakan Iklim Investasi yang Baik Tapi Tidak Instan 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Presidensi G20 telah sukses diselenggarakan pekan lalu di Bali. Forum itu sukses mendatangkan puluhan pemimpin negara besar di dunia.

Lalu, apakah Presidensi G20 tersebut mampu membawa dampak signifikan untuk perkembangan kemajuan dunia?

Pakar Hubungan Internasional Universitas Airlangga Radityo Dharmaputra SHubInt MHubInt  RCEES IntM MA pun turut memberikan komentar.

Menurut Radityo, Indonesia merupakan negara berkembang, namun sudah dipercaya menjadi tuan rumah G20. Hal itu dikarenakan Indonesia memiliki potensi besar dan secara politik punya pengaruh yang besar pula.

“G20 semacam kelompok negara elit, pihak dalam G20 yang kualifikasi dari banyak aspek negara mana yang berhak bergabung,” papar dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNAIR tersebut. Senin (28/11/22).

Masuknya Indonesia di kelompok elit tersebut, kata Radityo, juga mengorbankan beberapa hal yang terjadi di negara ini. Melihat anggaran dari G20 yang tidak sedikit, ditambah saat ini Indonesia tengah bangkit dari pandemi Covid-19.

Baca juga: Terjawab Misteri Dimana Wapres Maruf Amin Selama KTT G20, Enggan ke Bali? Ini yang Sedang Dikerjakan

“Memang tergabungnya Indonesia di forum G20 menciptakan iklim investasi yang baik. Namun, dampak yang dirasa tidak langsung instan, menunggu proyeksi beberapa tahun ke depan,” ucapnya.

Radityo juga menyampaikan, fokus pembahasan G20 adalah isu ekonomi. Namun, akhir akhir ini isu perang Rusia-Ukraina belum menunjukkan perdamaian sehingga para anggota G20 susah untuk mengupayakan. Sebab, belum ada kekuatan dan komitmen antar sekretariat untuk mengikat anggotanya.

Perlu diketahui, negara Ukraina bukan anggota forum G20. Melainkan diundang oleh Presiden Jokowi. Namun, presiden Ukraina Volodymyr Zelensky absen datang karena kendala negara yang masih diinvasi oleh Rusia.

Kemudian, Radityo juga menyoroti absennya Putin yang diwakilkan oleh Perdana Menteri Rusia. Pasalnya, forum G20 ini dihadiri para pemimpin negara yang seharusnya lebih diprioritaskan.

Radityo menegaskan, ketidakhadiran Putin pada forum tersebut justru tidak merugikan Indonesia sebagai tuan rumah. Melainkan pada forum tersebut tidak perlu merasakan situasi tidak enak yang dirasakan Putin saat melakukan agresi pada negara Ukraina.

"Belum lagi, ditambah, dari beberapa presiden yang tidak sepakat akan kebijakan Putin menginvasi Ukraina. Hal ini mempermudah pengaturan acara tanpa terjadi konflik," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved