Berita Entertainment
Dewi Perssik Sudah Kantongi Lokasi Keberadaan Para Haters yang Dilaporkannya, Ternyata Ada di Sini
Tim penyidik sudah mulai menemukan lokasi keberadaan haters yang dilaporkan Dewi Perssik.
Penulis: Alga | Editor: Sudarma Adi
"Jadi saya kalau udah terjun langsung udah masuk ke sumur, ya udah mau gimana lagi."
"Udah basah ini, jadi saya enggak mau setengah-setengah," tegasnya.

Dalam video tersebut diketahui setelah Dewi Perssik melaporkan haters-nya ada beberapa yang kemudian meminta maaf.
Kendati demikian, mantan istri Angga Wijaya ini mengaku telah memaafkan, tetapi proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur.
"Saya sudah memaafkan mbak, tapi ya hukum tetap harus berjalan," imbuhnya.
Karena tekad kuatnya untuk memberikan efek jera, Dewi Perssik menyempatkan hadir dalam pemeriksaan saksi pada Jumat (26/11/2022).
Ia dicecar 24 pertanyaan terkait kasus yang dilaporkannya tersebut.
"Saya apa adanya dan enggak dibuat-buat. Apa adanya aja dijawab," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Sandy Arifin selaku kuasa hukum Dewi Perssik, juga menegaskan, belum ada pencabutan laporan dan perdamaian dengan para haters.
"Bahwa laporan kita yang di Jakarta Selatan di Polres juga, sampai saat ini masih belum ada pencabutan ataupun perdamaian."
Sandy Arifin menegaskan bahwa kasus-kasus tersebut akan dilanjutkan hingga tahap persidangan.
"Seperti yang pernah Mbak Dewi sampaikan bersama keluarganya, bahwa kasus tersebut akan dilanjut sampai proses pengadilan," ucapnya.
Hal itu dilakukan untuk memberi efek jera bagi para haters yang tidak sopan ataupun mencemarkan nama baik dari kliennya.
"Untuk efek jera bagi oknum-oknom yang tidak sopan atapun mencemarkan nama klien kami via sosmed," terang Sandy Arifin.

Sandy Arifin mengungkapkan, sudah menyerahkan enam bukti kepada polisi.
"Agendanya untuk memberi keterangan tambahan, jadi ada beberapa saksi lainnya," jelasnya.
"Ada enam sampai delapan bukti yang kita lengkapi, baik dari Instagram maupun Tiktok," imbuhnya.
Sandy Arifin juga mengatakan laporan terkait hujatan haters masih terus diperjuangkan.