Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Profil KSAL Yudo Margono, Anak Petani Madiun yang Resmi Diajukan Jokowi Sebagai Calon Panglima TNI

Berikut profil KSAL Yudo Margono, anak petani Madiun yang resmi diajukan oleh Jokowi sebagai calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa.

Editor: Elma Gloria Stevani
KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA
Inilah profil Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono, anak petani Madiun yang ditunjuk sebagai calon tunggal Panglima TNI. 

TRIBUNJATIM.COM - Berikut profil KSAL Yudo Margono, anak petani Madiun yang resmi diajukan oleh Jokowi sebagai calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa.

Dilahirkan dari keluarga sederhana, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai calon Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa.

Pria yang dibesarkan di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur itu akan menjalani fit and proper test. 

Penunjukan KSAL Yudo Margono diketahui lewat Surat Presiden (Surpres) usulan Panglima TNI baru yang diserahkan pemerintah kepada DPR pada Rabu (23/11/2022).

Surpres tersebut diantar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan diterima Ketua DPR RI Puan Maharani.
Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, DPR menerima surat presiden (surpres) mengenai calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa sore ini, Senin (28/11/2022).

 

Baca juga: Harta Kekayaan Laksamana Yudo Margono, Calon Panglima TNI Punya 51 Bidang Tanah

"Diusulkan oleh Presiden untuk menggantikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa adalah Laksamana Yudo Margono," kata Puan dalam konferensi pers virtual, Senin (28/11).

Puan mengatakan, dengan resminya surat presiden diterima oleh DPR maka selanjutnya Laksamana TNI Yudo Margono dapat segera mengikuti proses dan mekanisme di DPR.

"Untuk kemudian nanti melaksanakan mekanisme fit and proper yang ada di DPR," imbuhnya.

Puan menjelaskan, setelah diterimanya surat presiden tersebut pimpinan DPR akan menugaskan Komisi I untuk melaksanakan mekanisme pergantian Panglima TNI baru.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa akan memasuki masa pensiun pada 21 Desember 2022. Dan memasuki masa pensiun sebagai TNI pada 1 Januari 2023.

Inilah profil Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono, anak petani Madiun yang ditunjuk sebagai calon tunggal Panglima TNI.
Inilah profil Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono, anak petani Madiun yang ditunjuk sebagai calon tunggal Panglima TNI. (KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA)

Dengan demikian DPR masih memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan semua mekanisme pengangkatan dan penggantian Panglima TNI.

"Semuanya InsyaAllah akan dilewati sesuai mekanisme dan perundangan atau undang-undang yang ada," imbuhnya.

Menteri Sekretariat Negara Pratikno mengatakan, pemerintah menyampaikan ucapan terima kasih atas langkah DPR untuk segera memproses surat presiden mengenai pengganti Panglima TNI tersebut.

"Cukup melegakan bagi kami bahwa waktunya masih cukup tadi disampaikan oleh ibu Ketua DPR, dan kami sangat mengharapkan bahwa surat dari ketua DPR bisa diterima oleh Bapak Presiden dalam waktu secepatnya tentu saja sebelum masa sidang ini berhenti dan memasuki masa reses" kata Pratikno.

Lalu, seperti apa sosok KSAL Yudo Margono yang dijagokan menjadi Panglima TNI?
Seperti apa sepak terjangnya?
Sosok KSAL Laksamana TNI Yudo Margono
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono (Dok Dispenal)
Dikutip dari Kompas.com ( TribunJatim.com Network ) pada (13/9/2022), Yudo merupakan pria kelahiran Madiun, Jawa Timur, 26 November 1965.
Kisah masa kecilnya ia ceritakan dalam acara Serbuan Vaksinasi TNI AL di Balai Samudra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (2/11/2021).
KSAL Yudo Margono mengaku, dirinya merupakan anak petani Madiun tulen mencoba mengadu nasib ke Surabaya dengan modal pas-pasan.
Tidak ada saudara di tanah rantau pun tidak mengurungkan niat dirinya.
Yudo Margono remaja bahkan mau tidur di masjid.
Yudo Margono merupakan alumnus dari Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-33 pada 1988.
Awal kariernya dimulai saat Yudo menjabat sebagai Asisten Perwira Divisi atau Aspadiv Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332 pada 1988.
Dinilai bertanggung jawab dan memiliki kinerja yang bagus, karier Yudo pun semakin melambung.
Sepak terjang
Yudo Margono dipercaya mengemban tugas sebagai Kadep Ops KRI Ki Hajar Dewantara 364 dan Palaksa KRI Fatahillah 361.
Suami dari Veronica Yulis Prihayati itu lalu didapuk menjadi komandan KRI Pandrong 801, KRI Sutanto 877, hingga KRI Ahmad Yani 351.
Pada 2004-2008, Yudo Margono dipercaya sebagai Komandan Lanal Tual, buntut kesuksesannya menjabat sebagai komandan berbagai kapal perang TNI AL.
Selepas dari kapal perang, karier Yudo Margono kian meroket dengan mengemban posisi Komandan Lanal Sorong pada 2008-2010. Pada 2010, Yudo menjabat sebagai Komandan Satkat Koarmatim.
Jabatan itu dilakoninya hingga 2011.
Kemudian, ia menjadi Satkor Koarmatim pada 2011 hingga 2012.
Yudo Margono lalu ditunjuk sebagai Komandan Kolat Armabar pada masa jabatan 2012 sampai 2014.
Ayah dari Novendi Wira Yoga, Ditya Wira Adibrata, dan Noval Wira Abiyuda itu kemudian diberikan amanah sebagai Paban II Opslat Sops Mabesal pada 2014-2015. Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Lantamal I Belawan pada 2015-2016, dan Kepala Staf Koarmabar pada 2016-2017.
Ditunjuk menjadi KSAL
Kariernya makin moncer, pada 2017-2018, di mana saat itu Yudo Margono dipercaya menjabat Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dan naik pangkat menjadi bintang dua.
Tak berselang lama, Yudo Margono menjabat Panglima Komando Armada RI Wilayah Barat (Pangarmabar) pada 2018.
Setelah itu, Yudo Margono menjabat sebagai Panglima Kogabwilhan I pada 24 September 2019.
Jabatannya sebagai Pangkogabwilhan I itu membuat karier Yudo Margono makin moncer hingga membawanya menduduki jabatan sebagai KSAL.
Yudo Margono menjabat sebagai KSAL ke-27 sejak tanggal 20 Mei 2020 hingga sekarang.
Penghargaan
Semasa kariernya, Yudo Margono menyabet beberapa tanda kehormatan atau brevet bagi prajurit TNI.
Adapun sejumlah brevet itu, yakni:
  • Brevet atas air
  • Brevet selam TNI AL
  • Brevet kavaleri Marinir Kelas I
  • Brevet hiu kencana
  • Brevet Kopaska Brevet kesehatan TNI AL
  • Brevet tri media (Taifib) Brevet PTAL (Denjaka)
  • Brevet kehormatan hidro-oseanografi, wing penerbang TNI AU, dan wing penerbal


Artikel ini telah tayang di Kompas.com

---

Berita Jatim dan Berita Viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved