Berita Viral
Terjawab Sudah Teka-teki Sekte Keluarga Kalideres, Jalani Ritual VSED? Buku Mantra & Kemenyan Bukti
Terjawab sudah teka-teki apa sebenarnya sekte yang dianut Keluarga Kalideres yang sengaja tewas, ternyata menjalani ritual yang bernama VSED.
Penulis: Ignatia | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM - Akhirnya terjawab sudah teka-teki apa sekte yang dianut oleh keluarga Kalideres yang tewas diam-diam.
Adapun keluarga Kalideres, Jakarta Barat menjadi perbincangan setelah jenazahnya ditemukan di dalam rumah.
Jenazah mereka dalam kondisi mengering dan sudah sangat berbau.
Ketika ditemukan pertama kali, banyak misteri ganjil yang mewarnai proses penyelidikan.
Apalagi disebutkan dalam rumah terdapat beberapa buku dan barang-barang yang tidak biasa.
Kini, polisi berhasil mendapatkan titik terang penyebab kematian keluarga Kalideres serta apa yang mendasari aksi keempatnya.
Ternyata keluarga ini diduga menganut sebuah kepercayaan menjalani ritual tertentu.
Polisi hingga kini belum dapat menyimpulkan penyebab kematian empat orang yang terdiri atas suami, istri, anak dan ipar tersebut.
Namun demikian, sejumlah spekulasi bermunculan ke publik mengenai penyebab tewasnya satu keluarga itu.
Ada dugaan bahwa satu keluarga itu mengikuti kegiatan voluntarily stopping eating and drinking (VSED) atau sengaja menghentikan makan dan minum atau puasa sampai meninggal dunia.
Baca juga: Makin Janggal, Keluarga di Kalideres Jual Barang-barang Berharga Sebelum Tewas, Tinja Kini Diperiksa
Terbaru, polisi kini berhasil menemukan apa yang membuat satu keluarga memutuskan meninggal dunia bersama.
Meski jarak waktunya berbeda, tetapi temuan polisi ini bak bukti apa yang sebenarnya terjadi dengan hal ini.
Penyidik Polda Metro Jaya yang mengusut kasus tersebut bersama tim asosiasi psikologi forensik menemukan fakta yang berkaitan dengan ritual tertentu.
Hal itu merujuk pada beberapa barang berupa buku mantra dan kemenyan yang ditemukan di dalam rumah milik Rudyanto Gunawan dan Margaretha.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan tidak semua anggota keluarga menganut kepercayaan tersebut secara penuh.