Berita Surabaya

Dishub Surabaya Uji Coba Jembatan Suroboyo untuk Dua Arah

Jembatan Suroboyo di kawasan Kenjeran mulai dibuka untuk dua arah. Hal ini bertujuan memecah kemacetan di kawasan pesisir utara Surabaya tersebut. 

istimewa
Jembatan Suroboyo di kawasan Kenjeran kini bisa dilalui oleh pengendara dari dua arah. Jembatan dapat dilalui kendaraan secara dua arah sejak Selasa (29/11/2022) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jembatan Suroboyo di kawasan Kenjeran mulai dibuka untuk dua arah. Hal ini bertujuan memecah kemacetan di kawasan pesisir utara Surabaya tersebut. 

"Kami mulai uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan Jembatan Suroboyo. Jembatan dapat dilalui kendaraan secara dua arah sejak Selasa (29/11/2022)," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Surabaya, Soesandi Ismawan di Surabaya, Kamis (1/12/2022). 

Dishub Surabaya bersama Satlantas Polrestabes Pelabuhan Tanjung Perak melakukan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas.

Pengendara dari arah Jalan Pantai Kenjeran menuju arah Jalan Sukolilo Lor atau sebaliknya kini bisa melalui Jembatan Suroboyo.

Kebijakan pemberlakuan dua arah ini menjadi terobosan baru. Mengingat, saat diresmikan Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya periode 2016-2020) pada 2016 silam, jalan jembatan ini didesain untuk lebar tiga lajur dengan satu arah (dari Jalan Pantai Kenjeran menuju Sukolilo Lor).

Kini, jalan di jembatan sepanjang 800 meter itu pun telah diubah menjadi dua lajur.

"Ini kami lakukan dengan mempertimbangkan demand lalu lintas di sekitarnya yang saat ini tinggi," katanya. 

Berdasarkan evaluasi, volume kendaraan di kawasan ini meningkat akhir-akhir ini. Selaras dengan kenaikan mobilitas warga sebagai dampak pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Sehingga, pembukaan Jembatan Suroboyo untuk bisa dilalui secara dua arah diharapkan bisa memecah kemacetan.

"Sebelum membuka jembatan ini, kami juga lakukan koordinasi dengan kepolisian," katanya. 

Sekalipun demikian, Dishub masih memberlakukan pembatasan jam buka jembatan ini. Mengingat, adanya potensi kriminal hingga gejala sosial menyimpang seperti tawuran. 

Pada akhir Oktober silam, misalnya, Jembatan Suroboyo menjadi lokasi tawuran antar kelompok remaja yang mengakibatkan seorang di antaranya tewas.

"Karena masalah ketertiban sosial, keamanan, keselamatan, dan faktor lainnya, pembukaan jalan masih ada pembatasan waktu," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved