Berita Surabaya

Pabrik Masker di Surabaya Dibobol, Security Sempat Pergoki 2 Orang Misterius, Lari saat Ditegur

Seorang pria berinisial R (28) petugas security pabrik pembuatan masker medis, di Jalan Raya Sukomanunggal No 37, Surabaya, yang dirampok

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/LUHUR PAMBUDI
Suasana depan pabrik pembuatan masker medis, di Jalan Raya Sukomanunggal No 37, Sukomanunggal, Surabaya, yang dirampok pada Rabu (7/12/2022) dini hari 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Seorang pria berinisial R (28) petugas security pabrik pembuatan masker medis, di Jalan Raya Sukomanunggal No 37, Sukomanunggal, Surabaya, yang dirampok pada Rabu (7/12/2022) dini hari, sempat memergoki dua orang mencurigakan di depan pagar pabrik. 

Temuan fakta tersebut diungkap oleh seorang warga setempat, Rokhim (60), yang mengaku sempat mendengar penuturan si petugas security pabrik, yang melihat pertama kali kondisi kantor tempatnya bekerja. 

Menurut Rokhim, pabrik tersebut sudah berhenti melakukan aktivitas produksi dan para karyawan diperbolehkan pulang untuk beristirahat, sekitar pukul 21.00 WIB, pada Selasa (6/12/2022). 

Bersamaan dengan pulangnya seluruh karyawan di bagian produksi. R yang memang bertugas sebagai keamanan, telah memastikan tidak lagi ada karyawan yang masih berada di area pabrik, sebelum dirinya mengunci seluruh akses keluar masuk pintu utama kantor, termasuk pintu pagar. 

Kemudian, R pulang kembali ke kosannya yang berlokasi di kawasan Jalan Sukomanunggal Gang V, atau yang berada di kawasan sisi selatan, bangunan pabrik tempatnya bekerja. 

Baca juga: Pabrik Masker Medis di Surabaya Dibobol Perampok, Mobil hingga Motor Amblas, Segini Kerugiannya

Sekitar pukul 23.00 WIB, lanjut Rokhim, R memutuskan pergi dari kosannya sejenak untuk memeriksa kondisi area pabrik. 

Tak dinyana-nyana, R malah mendapati dua orang laki-laki berusia dewasa berdiri di area depan pagar utama kantor berbahan besi berlapis lempengan besi warna cokelat tersebut, dengan gerak-gerik mencurigakan. 

R berupaya menghampiri keduanya lalu menanyakan maksud dari keberadaan mereka di depan pagar kantor kosannya. 

Ternyata, bentakan itu membuat dua orang mencurigakan tersebut, lari kalang kabut ke arah barat menuju kawasan Jalan Raya Tandes Lor. 

"Iya dia menegur ada 2 orang. Langsung lari 'hei siapa kamu'. Dia curiga juga. Karena malam, dia pulang," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di rumahnya, yang berlokasi di sisi timur pabrik tersebut, Kamis (8/12/2022). 

Rokhim menduga, security R telah merasa bahwa upayanya itu untuk mengusir dua orang mencurigakan di depan pagar kantornya, sudah cukup. 

Sehingga, setelah momen tersebut, R memutuskan kembali pulang ke kosannya untuk melanjutkan istirahat. 

Ternyata, bak disambar petir di siang bolong. R, ungkap Rokhim, pada pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB, pada Rabu (7/12/2022), mendapati kondisi pintu gerbang, ruang kerja pemilik pabrik porak-poranda. 

Dan saat diteliti kembali. Bukan hanya ruang kantor pabrik yang diacak-acak untuk dikuras benda-benda berharganya. Sebuah mobil dan motor yang diparkiran di area teras depan pabrik, turut amblas. 

R, menurut Rokhim, mengaku kepadanya sangat terpukul dengan kejadian tersebut. R akhirnya merasa yakin, bahwa kedua orang mencurigakan yang ditemuinya semalam, diduga kuat adalah para pelaku yang sedang memantau kondisi dan situasi di area pabrik sebelum melakukan eksekusi pencurian. 

"Dia lihat 2 orang itu jam 23.00, bahasanya kayak gambar (istilah aktivitas pengintaian yang dilakukan oleh para pelaku kejahatan)," jelas kakek 3 cucu itu. 

Angka Rp600 juta, diperkirakan menjadi kalkulasi nilai total kerugian, akibat insiden perampokan sebuah pabrik pembuatan masker medis, tersebut. 

Informasinya, pelaku yang diduga kuat berjumlah lebih dari satu orang itu, berhasil mencuri sejumlah perangkat elektronik di dalam kantor, gadget jenis ponsel, termasuk sebuah mobil. 

Yakni, sebuah TV, satu harddisk CCTV, satu perangkat printer merek Cannon, CPU beserta monitor komputer, ponsel merek Samsung, yang berada di dalam ruang kerja pemilik pabrik. 

Kemudian, mobil Isuzu Traga bernopol L-8265-BX, dan sebuah motor Suzuki Shogun warna abu-abu, yang semula biasa diparkir di area teras depan pabrik.

"Pas buka pintu kok rantai lepas. Lho kok jendela terbuka. Kok mobil gak ada. R down langsung, gitu," pungkas Rokhim. 

Kasus pencurian tersebut telah dilaporkan oleh pihak pemilik pabrik berinisial L (39) warga Pakuwon, Surabaya itu ke Mapolsek Sukomanunggal. 

Saat ini, kasus tersebut sedang diselidiki oleh Tim Antibandit Polsek Sukomanunggal dan Anggota Tim Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved