Berita Surabaya

Pabrik Masker Medis di Surabaya Dibobol Perampok, Mobil hingga Motor Amblas, Segini Kerugiannya

Sebesar Rp600 juta, diperkirakan menjadi kalkulasi nilai total kerugian, akibat insiden perampokan sebuah pabrik pembuatan masker medis di Surabaya

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/LUHUR PAMBUDI
Suasana depan pabrik pembuatan masker medis, di Jalan Raya Sukomanunggal No 37, Sukomanunggal, Surabaya, yang dirampok pada Rabu (7/12/2022) dini hari 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebesar Rp600 juta, diperkirakan menjadi kalkulasi nilai total kerugian, akibat insiden perampokan sebuah pabrik pembuatan masker medis, di Jalan Raya Sukomanunggal No 37, Sukomanunggal, Surabaya, pada Rabu (7/12/2022) dini hari. 

Informasinya, pelaku yang diduga kuat berjumlah lebih dari satu orang itu, berhasil mencuri sejumlah perangkat elektronik di dalam kantor.

Yakni, sebuah TV, satu harddisk CCTV, satu perangkat printer merek Cannon, CPU beserta monitor komputer, ponsel merek Samsung, yang berada di dalam ruang kerja pemilik pabrik. 

Kemudian, mobil Isuzu Traga bernopol L-8265-BX, dan sebuah motor Suzuki Shogun warna abu-abu, yang semula biasa diparkir di area teras depan pabrik.

Insiden perampokan tersebut baru diketahui oleh pihak pemilik pabrik saat petugas keamanan pabrik membuka pintu gerbang pabrik sekitar pukul 07.30 WIB. 

Baca juga: Terungkap Motif Guru PNS di Mojokerto Mengaku Dirampok hingga Uang Rp 150 Juta Raib

Hal tersebut diketahui dari kondisi rantai pada pintu pagar utama kantor berbahan besi berlapis lempengan besi warna cokelat tersebut, lepas. 

Kemudian, sebuah mobil operasional kantor pabrik yang diparkir di area teras utama, hilang. Dan kondisi bagian depan kantor dalam keadaan porak-poranda, yakni salah satu jendelanya pecah. 

Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya Iptu Jumeno Warsito memperkirakan kerugian korban sekitar ratusan juta rupiah. 

Pihaknya sedang bekerja sama dengan anggota Tim Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. 

"Masih penyelidikan. Iya kerugian mencapai Rp600 juta. Pelaku berapa orang masih belum diketahui karena DVR CCTV juga dicuri," ujarnya saat dihubungi awak media, Kamis (8/12/2022). 

Baca juga: Tak Kapok Dipenjara 2 Kali Sejak Remaja, Maling Motor Ini Kembali Beraksi di 4 Kecamatan Surabaya

Sementara itu, warga sekitar pabrik, Rokhim (60) mengatakan, pihaknya baru mengetahui kalau pabrik yang berdiri sejak tahun 2020 itu, dibobol maling, setelah mendengar cerita dari petugas keamanan pabrik berinisial R (28). 

Bahwa, R mendapati kondisi pabriknya porak-poranda dan sebuah mobil operasional kantor raib, saat hendak membuka pabrik sekitar pukul 07.30 WIB. 

"Pas buka pintu kok rantai lepas. Lho kok jendela terbuka. Kok mobil gak ada. R down langsung, gitu," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di rumahnya, yang berlokasi di sisi timur pabrik tersebut, Kamis (8/12/2022). 

Pantauan TribunJatim.com di lokasi pabrik. Tidak tampak aktivitas produksi di pabrik yang berdiri di atas tanah seluas 20 meter x 8 meter tersebut. 

Pintu pagar depan tertutup rapat, dengan rantai yang mengular mengunci di antara dua celah bagian pagar besi tersebut. 

Jika melongok melalui celah pada lubang tempat rantai pengunci pagar tersebut. Tidak terpantau adanya garis batas polisi tanda area tersebut dinyatakan terbatas dan steril selama berlangsungnya penyelidikan.

Di sisi timur area teras utama pabrik tersebut, terdapat sebuah mobil boks terparkir.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved