Berita Surabaya

Sosok Polwan yang Jadi Kapolres Tanjung Perak, Ternyata Punya Segudang Prestasi

Berkat kegigihannya, ia diberi tugas menggantikan AKBP Anton Elfrino Trisanto memegang tongkat komando Kapolres Tanjung Perak

Tayang:
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Tony Hermawan
AKBP Herlina saat bertugas di Polrestabes Surabaya. 

Menjadi pembisik penyidik dilakoni selama 3 bulan. Lalu, Mei 2002, ia digeser menjadi Seksi Hukum di Polrestabes Surabaya.

Maret 2003, ia dimutasi menjadi Kanit II Intelkam Polres Gresik. Kemudian, Juli 2004 dipindah menjadi Kanit Renakta Sat Reskrim Polres Gresik.

Hampir dua tahun Herlina bergabung di jajaran Renakta. Tugasnya menyelesaikan perkara kekerasan remaja, anak, dan wanita. Kemudian, tahun 2006 ditarik menjadi Sat Opsnal Polda Jatim. Setahun berikutnya, ia studi lagi di PTIK dan hasilnya
mendapat pangkat AKP.

Tahun 2008 menjadi masa pembuktian. Setelah cukup lama berseragam penyidik dan mendapat pangkat baru, ia diberi tugas menangani sendiri dinamika kriminalitas di satu wilayah.

Ia digeser ke wilayah hukum Polres Madiun untuk menjadi Kapolsek Kartoharjo.

Lanjut, Herlina di tahun 2010 menjadi Kapolrek Mulyorejo Surabaya. Setahun ia tugas di wilayah hukum Surabaya timur terbilang sukses. Sampai akhirnya tahun 2012 mendapat pangkat Kompol.

Lalu, tahun 2013, ia ditarik lagi ke Polda Jatim bergabung Ditreskrimum Polda Jatim untuk menjadi Kanit. Tugasnya sejak saat itu semakin naik kelas. Dari scaming hingga human trafficking pernah diselidiki.

"Ada tugas yang paling saya ingat. Waktu itu menangani perkara human trafficking, saya diminta pimpinan nyamar menjadi mami-mami yang pesan brondong.

Di posisi ini Herlina yang merupakan ibu dari dua anak harus mempunyai dua karakter. Wajib tegas ketika bertugas, tapi harus cepat melunak ketika bertemu anak. Makannya, di titik ini Herlina kalau ada waktu luang mulai sering menyempatkan olahraga. Mulai lari, bersepeda, plus tennis, kerap kali dilakukan supaya pikirannya sehari-hari lebih cepat rileks.

Rentan tahun 2016-2017 Herlina pernah menjabat Wakapolres Pasuruan. Kota dan Kabupaten sudah pernah dilakoni. Saat itulah, ia sudah dua kali menjajal masuk pendidikan tertinggi di Polri. Namanya Sespimmen.

Masuk di Sespimmen bukan hal yang mudah. Tidak tiba langsung ujug-ujug berhasil. Herlina baru masuk setelah 5 kali mencoba. Tahun 2020, ketika bertugas menjadi Pamen di Polda Jatim, ia mendapat pangkat AKBP. "Karir polisi bagi saya memang harus begitu. Harus diupayakan. Sespimmen 5 tahun saya coba. Dipercobaan kelima baru lolos," ujarnya.

Februari tahun 2021 lah Herlina bergeser tugas di Polrestabes Surabaya menjadi
Kasat Binmas.

Tahun dimana dunia sedang dilanda Covid-19. Perintah Kapolri dituntaskan. Saat pandemi, ia diberi tugas menggerakan semua Bhabinkamtibmas se-Surabaya untuk terlibat menangani wabah ini.

Mulai dari tracing penderita Covid-19, mengurus tempat karantina, hingga mengajak masyarakat untuk segera vaksin.

Pertama memang menangani wabah Corona membuatnya terseok-seok. Memberi pemahaman ke masyarakat soal bahaya penyakit Corona itu bukan hal mudah. Tapi Herlina mampu menghadapi persoalan itu. Herlina memberikan pemahaman bahwa sesuatu yang dilakukan dengan cinta dan sepenuh hati, maka hasilnya akan menyentuh cinta-cinta yang lain.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved