Breaking News
Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Arti Kata

Arti Kata Penyakit Ain yang Viral di Sosial Media, Ciri-Ciri dan Pencegahan: Berkaitan dengan Mata?

Penyakit ain viral di sosial media. Benarkah penyakit ini dimulai dari penglihatan manusia? Yuk, simak penjelasan arti kata penyakit ain.

Editor: Olga Mardianita
Freepik/wirestock
Ilustrasi mata. Apakah arti kata penyakit ain? Penyakit ini sering dikaitkan dengan mata. 

TRIBUNJATIM.COM - Sosial media membuat informasi dan kabar cepat beredar.

Tak jarang, orang-orang cenderung menampilkan sisi sempurna dirinya agar memperoleh banyak likes, heart, dan sebagainya.

Akan tetapi, ternyata sebagian orang merasa tidak suka dengan kehidupan 'sempurna' tersebut.

Hal inilah yang membuat para netizen mengangkat topik penyakit ain.

Kata penyakit ain kemudian sering dibicarakan pada konten di sosial media.

Selain itu, tak sedikit netizen yang mengingatkan orang lain akan penyakit ain ini.

Lantas apakah arti kata penyakit ain ini? Apa bahaya yang ditimbulkan dari penyakit ain?

Tentu sejumlah pertanyaan akan muncul di pikiran Anda.

Yuk, simak arti kata penyakit ain yang viral di sosial media, serta serba-serbi lain dari penyakit ini.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Arti Kata Penyakit Ain

Dalam pandangan Islam, penyakit tidak kasat mata bisa berbahaya bagi diri kita dan orang lain. Hal ini disebut penyakit ain.

Penyakit ain adalah penyakit yang ditimbulkan dari pandangan mata yang berkaitan dengan perasaan hati yaitu perasaan iri dan dengki.

Tidak hanya menimbulkan masalah bagi orang lain, penyakit ain juga membuat diri sendiri celaka.

Maka dari itu, para ulama menyimpulkan bahwa ain adalah penyakit non medis yang timbul karena pandangan kagum atau takjub disertai dengan rasa iri dengki dari seseorang yang memiliki tabiat buruk dan mengakibatkan adanya bahaya pada orang yang dilihatnya.

Ain juga dapat diartikan sebagai pandangan terhadap sesuatu hal dalam keadaan lupa dengan rasa kagum terhadap yang dilihatnya atau rasa dengki tanpa berdzikir kepada Allah.

Menurut pandangan Islam, penyakit ain dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu :

Pandangan dari orang yang sebenarnya mempunyai tabiat buruk di dalam hatinya terdapat rasa hasud, dengki dan ingin mencelakai terhadap orang yang dipandangnya.

Pandangan kekaguman atau ketakjuban kepada orang, sehingga akan timbul rasa dengki tetapi kekaguman tersebut tidak disertai dzikir kepada Allah SWT.

Selain itu, penyakit ain juga dijelaskan dalam Al–Qur’an surat Al-Qalam ayat 51:

وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْلِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهٗ لَمَجْنُوْنٌ ۘ

Artinya:

“Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengarkan Al–Qur’an dan mereka berkata: ‘Sesungguhnya ia (Muhammad) benar–benar orang yang gila.”

Efek dari pandangan ain ini dapat bermacam–macam, ada yang bisa membuat orang dipandang celaka, sakit atau bahkan hingga menyebabkan kematian.

Baca juga: Arti Kata Unhinged, Bahasa Inggris Jarang Dipakai Kini Viral di TikTok, Judul Film Thriller 2020

Baca juga: Arti Kata The Moon is Beautiful isn’t It, Frasa yang Dicetuskan Penulis Jepang, Viral di Twitter

Ilustrasi mata dan kacamata.
Ilustrasi penyakit ain yang bermula dari sepasang mata dan diakhiri dengan rasa iri dan dengki. (dimarik via KOMPAS.com)

Oleh sebab itu, penyakit ini digolongkan sebagai penyakit yang tidak dapat dideteksi secara medis dan berbahaya karena pada dasarnya semua orang mempunyai kekuatan tertentu dalam pandangannya.

Penyakit ain ini tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi dapat menyerang anak–anak.

Hal ini biasanya ditandai ketika orang tua sudah membawa anak untuk berobat ke berbagai tempat, tetapi tetap tidak ada hasil, karena penyakitnya bukan berasal dari sisi medis.

Dikutip dari buku yang berjudul “Thibbun Nabawi: Tinjauan Syari’at dan Medis”, istri Imran pernah berdoa ketika melahirkan Maryam. Allah SWT berfirman:

 “Fa Imma wada’at-ha qalat rabbi inni wada’tuha unsa, wallahu a’lamu bima wada’at, wa laisaz-zakaru kal–unaa, wa inni sammaituha maryama wa inni u’izuha bika wa zurriyyataha minasy-syaitanir-rajim.”

Artinya: “Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkan seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.

Dari firman tersebut, maka dapat dipahami bahwa usai seorang anak terlahir di dunia, penting bagi orang tua untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari gangguan penyakit medis maupun non medis seperti penyakit ain.

Disebutkan oleh Syeikh Abdurrahman bin hasan:

“Seseorang yang memandang, menimbulkan gangguan pada yang dipandangnya”(Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid, hal. 69).

Dijelaskan oleh Al Lajnah Ad Daimah:

 “Ain dari kata ‘aana–ya’iinu’ yang artinya: terkena sesuatu hal dari mata. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respon jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut” (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271).

Ciri-Ciri Penyakit Ain

Seperti halnya penyakit pada umumnya, penyakit ain juga memiliki ciri-ciri sebagai tanda jika seseorang terkena penyakit ain.

Menurut Syaikh Abdul Azi As-Sadhan hafidzahullahu Ta’ala penyakit ain memiliki beberapa ciri seperti:

ILUSTRASI INFUS - Sebanyak 6 warga Tulungagung terserang penyakit leptospirosis selama tiga bulan terakhir. Dari 6 pasien itu, 3 di antaranya meninggal dunia, Selasa (10/1/2023).
ILUSTRASI INFUS - Ciri-ciri penyakit ain yang perlu diperhatikan. Ciri-ciri ini berkaitan dengan kesehatan. (ISTIMEWA via TRIBUN WOW)

Baca juga: Arti Kata Generasi Sandwich, Istilah Populer Kaum Milenial dan Gen Z, Ketahui Ciri-ciri & Dampaknya

Baca juga: Kenali Sebelum Menikah, Inilah Ciri-Ciri Pasangan yang Cenderung KDRT, Belajar dari Venna Melinda

  1. Sakit kepala yang berpindah–pindah.
  2. Wajah pucat.
  3. Sering berkeringat dan buang air kecil.
  4. Nafsu makan lemah.
  5. Mati rasa.
  6. Panas atau dingin di anggota badan.
  7. Detak jantung yang cepat dan tidak beraturan.
  8. Rasa sakit yang berpindah dari bawah punggung dan bahu.
  9. Bersedih dan merasa sempit/sesak di dada.
  10. Berkeringat di malam hari.
  11. Perilaku/emosi berlebihan.
  12. Ketakutan yang tidak wajar.
  13. Sering bersendawa.
  14. Menguap atau terengah–engah.
  15. Menyendiri atau suka mengasingkan diri.
  16. Diam atau malas bergerak.
  17. Senang/ terlalu banyak tidur.
  18. Adanya masalah kesehatan tertentu tanpa ada sebab–sebab medis yang diketahui.

Penyebab Penyakit Ain

Seperti halnya penyakit pada umumnya, penyakit ain juga memiliki penyebabnya.

Menurut M. Saifuddin Hakim dan Siti Aisyah yang dikutip dari Thibbun Nabawi, penyakit ain disebabkan oleh pandangan mata yang hasad atau dengki kepada orang lain.

Orang yang mempunyai hasad kepada orang lain akan memandang orang tersebut dengan pandangan yang penuh kebencian.

Hal ini dapat menyebabkan berbagai gangguan ain yang mengancam kesehatan hingga nyawa seseorang.

Ilustrasi berdoa - Waktu yang mustajab berdoa di hari Jumat. Simak arti kata Jumat Berkah.
Ilustrasi berdoa - Cara paling anjur mencegah penyakit ain adalah berdoa dan bertawakal. (Muslim Daily News)

Baca juga: Bacaan Doa Istighasah Arab dan Artinya, Pemkab Cianjur Gelar Istighasah Agar Terhindar dari Bencana

Baca juga: Bacaan Doa Dijauhkan dari Perselingkuhan Jadi Amalan Suami Istri, Lengkap Tulisan Arab, Latin & Arti

Cara Mencegah Penyakit Ain

Agar tercegah dari penyakit ain dan bahaya dari penyakit tersebut, dikutip dari gramedia.com berikut cara mencegah penyakit ain:

1. Bertawakal Kepada Allah SWT

Manusia dapat melindungi diri mereka dari efek penyakit ain, apabila mereka percaya kepada Allah dan mencari perlindungan-Nya.

Cara mengobati penyakit ain dilakukan dengan bertawakal kepada Allah.

Penyakit ini ditanggulangi dengan cara dituntunkan bagi orang yang terpukau atas sesuatu untuk mengucapkan doa keberkahan atas sesuatu baru.

2. Menyatakan Pujian Kepada Allah yang Dibarengi dengan Membaca Surat-Surat Pendek

Penyakit ain dapat dicegah dengan senantiasa menyertai pujian dengan ungkapan seperti Tabarakallah atau MasyaAllah.

Kemudian, diikuti bacaan–bacaan surat pendek seperti surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas yang dibaca tiga kali setelah subuh dan setelah maghrib.

3. Ruqyah

Selain itu, penyakit ain juga dapat disembuhkan dengan ruqyah sesuai syariat Islam.

Membaca dalam bahasa Arab atau dalam bahasa Indonesia yang dapat dipahami oleh orang–orang, tidak menggunakan jimat atau sihir bisa juga membantu mengatasi penyakit ain.

Itulah tadi beberapa ulasan tentang ciri-ciri penyakit ain yang sangat mengerikan, serta penyebab dan cara mencegah penyakit ain.

Semoga kita semua terhindar dari segala macam penyakit dan kita selau diberikan kesehatan oleh tuhan yang maha esa.

---

Artikel ini telah ditayangkan oleh Gramedia.com dan Sonora.ID

Berita Jatim dan arti kata lainnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved