Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Malang

Kasus Penculikan Anak Semakin Marak, Pemkab Malang Sampaikan 1 Pesan Khusus ke Orang Tua

Belakangan ini marak terjadi penculikan anak seperti halnya kejadian percobaan penculikan anak sekolah di Desa Baturetno, Kecamatan Dampit

Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Lu'lu'ul Isnainiyah
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Lu'lu'ul Isnainiyah

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Belakangan ini marak terjadi penculikan anak seperti halnya kejadian percobaan penculikan anak sekolah di Desa Baturetno, Kecamatan Dampit, Malang

Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji.

Adanya kasus penculikan yang melibatkan siswa SDN 2 Baturetno, Suwadji mengimbau kepada anak maupun orangtua anak untuk waspada.

"Penting bagi anak-anak harus hati-hati, serta waspada. Terutama bagi orangtua harus ikut mengawasi keberadaan anak-anak kita baik di rumah maupun luar rumah," terang Suwadji, Senin (30/1/2023).

Begitupun ketika anak tidak berada di lingkungan sekolah, orangtua harus memperhatikan anak supaya tidak keluar sendirian.

Ia juga meminta kepada sekolah untuk berkoordinasi dengan kepala desa, babinsa, dan bhabinkamtibmas. Hal itu dilakukan guna menciptakan pengawasan serta pengawalan terhadap anak sekolah.

"Anak-anak kan memerlukan perjalanan dari rumah ke sekolah, hal itu harus diperhatikan untuk faktor keamanan," ucapnya.

Baca juga: Masih Ingat Penculikan Bocah oleh Manusia Gerobak 1 Bulan Lalu? Kini Diketemukan, Begini Kondisinya

Suwadji juga mengatakan akan bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang serta komite sekolah untuk memberikan edukasi terhadap pada siswa sekolah.

"Nanti saya kondisikan kalau memang di butuhkan dari desa, pihak desa bisa membantu pengantaran pengawasan ke sekolah," tutupnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya telah terjadi percobaan penculikan Vionada Earlyta Gadis Ken Salsabila (9), siswi kelas 3 SDN 2 Baturetno, Kecamatan Dampit.

Penculikan tersebut dilakukan saat Vionada pulang dari sekolah sekira pukul 10.00 WIB.

Saat itu ia dihampiri seorang laki-laki tak dikenal naik motor dan menawari tumpangan ke siswi tersebut serta mengiming-imingi uang senilai Rp 50 ribu.

Namun ia menolak dan berteriak lalu melarikan diri. Pelaku sempat mengejar namun sudah kehilangan arah.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved