Berita Surabaya
Jawa Timur Siap Beri Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bila Pemerintah Jawa Timur terus mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Arie Noer Rachmawati
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Handi Lestari
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bila Pemerintah Jawa Timur terus mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi.
Hal itu diungkapkan Emil saat menjadi narasumber kedua dalam seminar Global Economy Upadate 2023: Menjaga Likuiditas dan Solidaritas Perbankan Nasional di Tengah Tantangan Ekonomi Global, yang digelar Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) bersama Tribun Jatim Network di Surabaya, Rabu (22/2/2023).
"Provinsi Jawa Timur yang cepat melakukan pemulihan ekonomi dari yang awalnya terkontraksi namun akhirnya mampu menunjukkan peningkatan," kata Emil Dardak, di Hotel Vasa Surabaya.
Di tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Jatim terkontraksi di angka minus 2,33 persen.
Kemudian mampu tumbuh sebesar 5,34 persen pada 2022 dan di atas pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,21 persen.
Bahkan saat ini, kontribusi PDRB (Pendapatan Daerah Regional Bruto) Jawa Timur mampu memberikan kontribusi kepada ekonomi nasional sebesar 1/6.
Baca juga: Meski Ada Prediksi Dampak Resesi Global, LPS Sebut Masih Ada Ruang untuk Ekonomi Bertumbuh
"Tertinggi kedua setelah DKI Jakarta. Dengan jumlah penduduk di bawah Jawa Barat. Karena memang bisnis dan usaha terkonsentrasi di DKI Jakarta. Mungkin kalau ibukota pindah ke IKN (Ibu Kota Negara) Kalimantan, kami bisa saingan," jelas Emil.
Selanjutnya di tahun 2023 ini, Pemprov Jatim terus melakukan langkah-langkah untuk mendorong ekonomi tetap tumbuh di tengah prediksi terdampak ekonomi global yang resesi.
Terutama mendorong sektor manufaktur dan pertanian yang menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jatim, untuk tetap bertahan.
Dijabarkan Emil, langkah pertama yang disiapkan adalah melanjutkan program prioritas yang sudah dilakukan sejak 2019 dan telah mencapai beberapa hasil.
"Seperti pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pesantren. Dimana hingga tahun 2022 sudah mencapai 750 pesantren yang ikut dalam program One Pesantren One Product (OPOP)," jelas Emil.
Kemudian comunal brand atau brand bersama untuk mewadahi beberapa produk agar bisa go global bersama.
Peningkatan daya saing UMKM dan akselerasi koperasi milenial.
Termasuk UMKM naik kelas dengan dukungan berupa program bantuan teknis, pendampingan, serta pembiayaan.
Baca juga: Ratusan Mahasiswa Hadiri Global Economy Update 2023, Penguatan Ekonomi RI Jadi Bahasan Menarik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Emil-Dardak-bicara-pemulihan-ekonomi-Jatim-pasca-pandemi.jpg)