Berita Surabaya

Mahasiswa Unsuri Tewas di Frontage A Yani Surabaya, Harta Benda Raib, Penyebab Masih Misteri

Penyebab tewas M Iqbal Firdaus (19) mahasiswa Unsuri di Jalan Frontage A Yani No 116, Gayungan, Surabaya, masih jadi misteri

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/LUHUR PAMBUDI
Saat Abdul Rofiq menunjukkan foto semasa hidup M Iqbal Firdaus (19) anaknya yang ditemukan tewas di Jalan Frontage A Yani No 116, Gayungan, Surabaya, pada Minggu (2/4/2023) dini hari, masih misterius 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Penyebab tewas M Iqbal Firdaus (19) mahasiswa Universitas Sunan Giri (Unsuri) dengan posisi tergeletak di Jalan Frontage A Yani No 116, Gayungan, Surabaya, pada Minggu (2/4/2023) dini hari, masih misteri.

Pasalnya, di lokasi korban tergeletak dengan posisi tertelungkup, kendaraan korban; Honda PCX, dan beberapa harta bendanya; ponsel iPhone, dan dompet, raib. 

Sejumlah spekulasi bermunculan untuk menerka-nerka penyebab tewasnya mahasiswa semester dua Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Agama Islam, Unsuri itu. 

Ada yang menduga, laki-laki bertinggi tubuh sekitar 185 cm itu, tewas karena menjadi korban kebrutalan penjahat jalanan; begal atau sejenisnya. 

Dan, tak sedikit pula penjelasan, bahwa alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Ilmu Al Quran (PIQ) di Singosari, Kabupaten Malang itu, tewas setelah terlibat kecelakaan di ruas jalan tersebut. 

Namun, yang menjadi pertanyaan, jikalau memang tewasnya korban disebabkan insiden kecelakaan di jalanan. Lalu mengapa, kendaraan dan harta benda milik korban raib. 

Ayahanda korban Abdul Rofiq mengatakan, hingga saat ini, keberadaan harta benda dan kendaraan yang terdapat pada anaknya itu, belum diketahui ada dimana.

Kendati demikian, sejak mendapat kabar duka pada sekitar pukul 04.00 WIB, Minggu (2/3/2023) kemarin. Isi kepalanya bapak empat anak itu, hanya ingin melihat kondisi sang anak.

Namun, setelah mendapati nyawa sang anak ternyata tidak dapat tertolong, akibat insiden tersebut. 

Abdul Rofiq memilih pasrah, dan tak lagi ingin menghiraukan nasib dari harta benda dan motor sang anak. 

"Yang penting anak saya sudah dibawa ke sini (ke RS dan ke rumah duka). Saya enggak konfirmasi sama Polisi, soal itu (dompet, HP dan motor hilang). Semuanya sudah diambil semua gitu aja (pasrah takdir Tuhan)," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com, di kediamannya, kawasan Dukuh Pakis, Surabaya, Senin (3/4/2023). 

Baginya, apapun penyebab tewasnya sang anak. Semua ini merupakan suratan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa (YME). 

Termasuk, mengenai hilangnya kendaraan dan harta benda milik sang anak, lagi-lagi ia memilih pasrah dan tak ingin berspekulasi macam-macam. 

"Iya saya engga ngurusi yang lain. Itu semua rejekinya milik Tuhan. Semua diambil Tuhan (takdir). Belum ada kabar (tentang keberadaan harta benda dan motor). Belum tahu aku. Saya enggak ngurus itu," katanya. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved