Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Baru 4 Jam Check In di Hotel, Pria 53 Tahun Mendadak Tewas, Wanita Kediri Panik, 'Makan Nasi Bebek'

Seorang pria di Surabaya mendadak tewas setelah check in di hotel. Pria asal Sukomanunggal itu tewas empat jam setelah check in.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
via Tribunnews
ILUSTRASI Berita pria Surabaya 53 tahun tewas setelah check in di hotel dengan wanita Kediri. 

TRIBUNJATIM.COM - Seorang pria di Surabaya mendadak tewas setelah check in di hotel.

Pria asal Sukomanunggal itu tewas empat jam setelah check in.

Pria berusia 53 tahun itu ngamar bareng wanita Kediri.

Suasana pilu saat keluarga pria itu datang dan mengetahui fakta kematiannya.

Baca juga: Berduaan di Kamar Hotel Saat Ramadan, 3 Pasangan Bukan Suami Istri Diciduk Petugas Gabungan

Pria tersebut adalah M (53), warga Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya.

Ia tampak sehat bugar ketika datang di salah satu hotel di kawasan Rungkut Madya Surabaya pada Sabtu (15/4/2023) sekitar pukul 20.00 WIB.

Dia menuju resepsionis lalu menyewa kamar bersama AA, teman perempuannya asal Kediri berusia 29 tahun.

Dua orang itu lalu menuju kamarnya.

Baca juga: Penyesalan Om-om Beri Rp 100 Juta Per Bulan ke Sugar Baby, Si Gadis Berubah seusai Check-in di Hotel

Empat jam kemudian, karyawan hotel dibuat panik.

AA turun ke lobi hotel dan mengatakan pada petugas resepsionis jika M dalam keadaan tak bergerak.

Setelah dicek, ternyata denyut nadi M sudah hilang.

M dinyatakan meninggal.

Karyawan hotel langsung melapor ke petugas Polsek Rungkut.

Baca juga: Mama Muda di Sleman Tewas Termutilasi seusai Check In dengan Pria, Ayah Pilu Kuak Pertemuan Terakhir

Hasil pemeriksaan diduga kuat korban meninggal setelah minum obat kuat.

"Korban setelah minum obat kuat tak lama minum kopi. Lalu makan nasi bebek, tidak lama tiba-tiba M pingsan hingga gagal napas," kata Kapolsek Rungkut, Kompol M Fakih, Minggu (16/4/2023).

Jasad M kemudian dievakuasi ke Kamar Mayat RSUD dr Soetomo Surabaya.

Hasil autopsi luar tidak ditemukan tanda atau bekas penganiayaan pada tubuh korban. Ini memperkuat dugaan korban tewas akibat efek samping obat kuat.

Menjelang subuh, keluarga korban datang di tempat kamar mayat.

Keluarga menerima kematian korban. Kemudian jasad korban langsung dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Sukomanunggal dengan mobil ambulans.

Baca juga: Suami Sabar Gerebek Istri Check In dengan Berondong, Adik Ipar Juga Diembat, Istriku Bela Pacarnya

M (53) warga Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, tewas di hotel kawasan Rungkut Madya Surabaya setelah minum obat kuat, Sabtu (15/4/2023).
M (53) warga Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, tewas di hotel kawasan Rungkut Madya Surabaya setelah minum obat kuat, Sabtu (15/4/2023). (Istimewa/TribunJatim.com)

Kasus serupa juga pernah terjadi di Solo, Jawa Tengah.

Pasangan suami istri (pasutri) tewas akibat overdosis obat kuat di dalam kamar hotel di Karanganyar tahun lalu.

Mereka adalah pengantin baru yang tengah berbulan madu.

Keduanya ditemukan tewas oleh resepsionis hotel pada Senin (3/10/2022), sekitar pukul 18.00 WIB karena tidak segera check-out.

Pasutri berinisial BH (30) dan BS (27) itu awalnya berangkat dari rumahnya di di Mojosongo, Jebres, Kota Solo, menuju Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Sabtu (1/10/2022).

Baca juga: Pria Tewas Dibunuh Pacar Sesama Jenis saat Check In, Awalnya Minta Dilayani, Rahasia Kelam Terkuak

Korban tiba di hotel sekitar pukul 16.30 WIB, dan langsung mendatangi meja resepsionis untuk check-in.

Keduanya menginap hingga Minggu siang (2/10/2022), dan kembali menghubungi resepsionis untuk memperpanjang waktu menginap hingga pukul 16.00 WIB.

Kecurigaan muncul karena keduanya tidak segera keluar hingga Senin petang, kemudian resepsionis memutuskan mendatangi kamar.

Saksi mata mengungkapkan, begitu dibuka, dirinya terkejut karena mendapati keduanya ditemukan tidak bernyawa di kamar.

Baca juga: Pergoki Kekasih Check In, Pacar Malah Dapat Karma Dibui, Cinta Segitiga Berujung Selingkuhan Tewas

Pihak hotel lantas membuat laporan ke Polsek Karangpandan. Petugas langsung melakukan olah TKP begitu tiba, dan mengevakuasi jenazah pasutri tersebut.

Kasubsi Penmas Humas Polres Karanganyar Bripka Aditya Prima menuturkan, penyebab tewasnya suami istri itu karena pembuluh darahnya pecah.

Diduga, pecahnya pembuluh darah tersebut karena mereka terlalu banyak mengonsumsi obat kuat terlalu banyak.

"Sehingga memacu denyut jantung yang mengakibatkan pembuluh darah pecah dan meninggal dunia," urai Aditya.

Baca juga: Pria Bangkalan Gagal Pikat Wanita, Kencan Ujungnya Paksa Check In Hotel, Ditangkap usai Dijebak COD

Aditya menerangkan, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti, termasuk 1 botol obat kuat yang sudah kosong, serta satu setrip obat diare yang sudah dipakai sebutir.

Sementara Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSUD Karanganyar, Mahmud Azis Arifin menegaskan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh korban.

Namun, memang ada sejumlah lecet di jenazah korban. BH diketahui mengalami pendarahan di bagian matanya.

Sedangkan istrinya, BS, mengalami luka di bagian mulut bawah.

Azis mengaku tidak menyangka efek obat kuat akan separah yang dialami korban.

"Kita saja heran sampai sedemikian efek obat nya itu," jelas dia.

Baca juga: Check In di Hotel dengan Istri Orang, Pria Kritis karena Bagian Sensitif Disabet Keris, Pemicu Miris

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved