Berita Viral

Tak Semua Tahu, Belasan Ribu Gunung Berapi Bawah Laut Ditemukan Para Ilmuwan, Ada di Mana Lokasinya?

Sebuah penemuan mengejutkan baru saja terungkap. Belasan ribu gunung berapi bawah laut ditemukan para ilmuwan.

Editor: Januar
ANTARA/HO BNPB via Kompas.com
Ilustrasi gunung berapi bawah laut 

TRIBUNJATIM.COM- Sebuah penemuan mengejutkan baru saja terungkap.

Belasan ribu gunung berapi bawah laut ditemukan para ilmuwan.

Lalu, di mana sajakah lokasinya?

Lihat selengkapnya di sini!

Lebih dari 19.000 gunung berapi yang berada di bawah laut ditemukan oleh para ilmuwan menggunakan satelit radar beresolusi tinggi.

Dikutip dari News Week, Jumat (26/4/2023), tim ahli kelautan dari Scripps Institution of Oceanography di University of California San Diego, Chungnam National University di Korea Selatan, dan University of Hawaii, menggunakan data satelit radar untuk memetakan gunung berapi dan menerbitkan temuan mereka di jurnal Earth and Space Science.

Menurut penelitian, hanya ada 20 persen dasar laut yang telah dipetakan oleh kapal.

Sementara itu, kemungkinan ada lebih dari satu juta gunung berapi di bawah laut yang masih belum dieksplorasi.

Dilansir dari Live Science, Sabtu (27/4/2023), penemuan tersebut memberi para ilmuwan katalog gunung bawah laut terlengkap yang pernah dibuat.

Dalam ringkasan baru yang diterbitkan pada 6 April di jurnal Earth and Space Science, dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang arus laut, lempeng tektonik, dan perubahan iklim.

Sebelumnya, hanya seperempat dasar laut Bumi yang telah dipetakan menggunakan sonar, menggunakan gelombang suara untuk mendeteksi objek yang tersembunyi di bawah air. Sensus sonar 2011 menemukan lebih dari 24.000 gunung bawah laut atau pegunungan bawah laut yang terbentuk akibat aktivitas gunung berapi.

Namun, ada lebih dari 27.000 gunung laut yang belum dipetakan oleh sonar.

"Ini benar-benar membingungkan," kata David Sandwell, seorang ahli geofisika kelautan di Scripps Institution of Oceanography yang mengerjakan survei tersebut.

Namun, pada studi terbaru menunjukkan bahwa para ilmuwan tidak perlu bergantung pada survei sonar untuk menyelidiki apa yang terjadi di bawah laut.

Satelit radar tidak hanya mengukur ketinggian samudra, tetapi juga dapat melihat apa yang bersembunyi di kedalaman air dan menawarkan representasi topografi dasar laut yang lebih baik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved