Penangkapan Terduga Teroris di Surabaya
Penangkapan Terduga Teroris di Surabaya, Petugas Sita Puluhan Buku, Ada Karangan Abu Bakar Baasyir
Penangkapan terduga teroris di Surabaya, petugas sita puluhan buku bertemakan jihad dan negara Islam, ada karangan Abu Bakar Baasyir.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua RT 02 Nyamplungan, Pabean Cantian, Surabaya, M Abri mengatakan, setelah penangkapan seorang terduga teroris berinisial ABU (52) yang bermukim di Jalan Kalimas Madya III Nyamplungan, Jumat (2/6/2023), dirinya diajak anggota kepolisian untuk menyaksikan proses penggeledahan dan penyitaan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana.
Proses penggeledahan dan penyitaan tersebut berlangsung dalam kurun waktu hampir dua jam.
Sebelum jarum jam menunjukkan angka 12, sebagai tanda masuk ibadah salat Jumat, proses penggeledahan yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB itu, rampung.
"Saya ditunjukkan surat perintah penggeledahan. Kemudian mereka bisa masuk ke dalam kamar," jelasnya, Sabtu (3/6/2023).
Berdasarkan pengamatan dan proses penggalian informasi selama dilibatkan oleh anggota kepolisian menyaksikan mekanisme penggeledahan tersebut, Abri menyebutkan, anggota kepolisian menyita sekitar 43 buku yang bertemakan jihad, negara Islam, dan beberapa buku bacaan karangan Abu Bakar Baasyir.
Ia mengetahui tema buku-buku yang disita tersebut, karena sempat melihat sampul cover buku-buku tersebut, seusai digeledah dari beberapa sudut ruangan rumah ABU, seperti ruang kamar anak ABU dan area ruang tamu depan.
Buku-buku yang disita itu, dikemas dalam wadah plastik menyerupai karung berwarna hitam berukuran besar. Lalu diangkut dalam mobil anggota kepolisian.
"Saya baca judul-judulnya. Cover-covernya. Isinya itu, jihad negara Islam. Bukunya Abu Bakar Baasyir. Ada. Bareng kamar anaknya. Kemudian ke depan. Jadi (polisi menyita buku) dari kamar anaknya. Lalu ke depan, iya ruang tamu," ungkapnya.
Selain buku, lanjut Abri, anggota kepolisian juga mengamankan sebuah benda busur dan anah panahnya.
Baca juga: BREAKING NEWS - Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jalan Kalimas Madya Surabaya
Sesuai pengamatannya di lokasi, hanya satu busur dan lima anak panah yang disita.
"Iya ada panah. Ujungnya memang sangat tajam. Itu juga kalau tidak salah diamankan," lanjutnya.
Selama kurun waktu dua jam dilakukan penggeledahan, tidak ada tindakan ofensif yang dilakukan anggota keluarga ABU.
Hanya saja saat anggota kepolisian mulai menyita dan membawa buku-buku tersebut, Abri mengungkapkan, kakak kedua ABU berinisial S meminta agar buku-buku tersebut segera dikembalikan jika urusan perkara hukum adiknya rampung.
Pernyataan yang disampaikan oleh kakak ABU itu, juga didengar oleh anggota kepolisian. Dan beberapa orang anggota menyampaikan jawaban secara normatif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Densus-88-Mabes-Polri-menangkap-terduga-teroris-di-Jalan-Kalimas-Madya-III-Nyamplungan-Surabaya1.jpg)