Ibadah Haji 2023
PPIH Arab Saudi Bentuk Petugas Satops dan Posko Khusus di Arafah, Muzdalifah dan Mina
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan persiapan untuk menyambut puncak haji yang tinggal beberapa hari ke depan.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Sudarma Adi
Laporan Langsung Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika
TRIBUNJATIM.COM, MADINAH -
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan persiapan untuk menyambut puncak haji yang tinggal beberapa hari ke depan.
Salah satunya dengan mendirikan pos-pos khusus di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), serta membentuk petugas satuan operasional (Satops).
Petugas ini sebagai pelaksana operasional yang bertugas membantu dan mengkoordinasikan pengendalian pergerakan jemaah dan petugas haji Indonesia.
Puluhan petugas haji dipilih secara khusus, terutama yang mempunyai fisik prima.
Baca juga: Layanan Bus Shalawat untuk Jemaah Haji Indonesia Berhenti Sementara Saat Puncak Haji
"Sasaran dan tujuan dari dibentuknya Satuan Operasional Armina ini adalah bisa terlayaninya dengan baik dan lancar kegiatan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, serta tawaf ifadah dan rangkaian haji lainnya saat pelaksanaan puncak haji," kata Kepala Bidang Perlindungan Jemaah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Harun Ar Rasyid, saat memberikan materi kepada petugas haji di Daerah Kerja (Daker) Madinah, Senin (12/6/2023).
Harun menjelaskan, di tiga wilayah yakni Arafah, Musdalifah dan Mina, nantinya akan ditempatkan satuan petugas khusus yang dipilih dari Daker Bandara, Madinah, dan Makkah. Setiap wilayah akan ada 11 pos yang dijaga selama 24 jam.
"Petugas Daker Bandara akan ditempatkan di Satgas Arafah, Daker Makkah di Muzdalifah, Daker Madinah di Mina. Petugas yang ditempatkan di posko memberi priotitas khusus kepada jamaah lansia,” lanjut dia.
Baca juga: Kumpulan Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Haji untuk Keluarga atau Kerabat dalam Bahasa Jawa
Dia berharap, jangan sampai ada jamaah Indonesian yang kesasar sampai tenda jamaah dari negara lain. Tahun ini tenda-tenda dari negara lain jaraknya berdekatan dengan tenda Indonesia.
Bahkan ada tenda dari Indonesia yang penempatannya agak jauh yakni di Mina Jadid. Jarak antara Mina Jadid dengan tempat melempar jumrah sangat jauh, yakni mencapai 7 kilometer.
Jarak tersebut harus ditempah dengan jalan kaki sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan keamanan bagi jamaah, khususnya lansia.
Puncak haji akan dimulai pada 8 Zulhijah 1444 H atau 26 Juni 2023. Pada tanggal itu jamaah haji akan diberangkatkan dari Makkah menuju Arafah. Pada 9 Zulhijah atau 27 Juni, jamaah akan wukuf di Arafah.
Dan pada 10 Zulhijah atau 28 Juni jamaah sudah bertolak untuk mabit (berdiam sejenak) di Mina. Bersamaan dengan itu perayaan Idul Adha 1444 H.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pemerintah-Arab-Saudi-melakukan-persiapan-di-Arafah.jpg)